http://www.jarwoeko.webs.com

Archive for December, 2007


Otonomi Pertama untuk Daerah Gandusari Trenggalek

Yusufi Eko Sujarwo

50| Start I |Main Pages|Web Store

<<<Comment > >>

 

Yusufi Eko Sujarwo’s Reports;

videoGSP AMPK TRENGGALEK, Video  

        Gandusari,
masuk dalam sejarah Kota Trenggalek (Prasasti Tanah Perdikan Kampak). Tepatnya,
adalah di Dusun Dawuhan, Desa Sukorejo Kecamatan Gandusari, Perlu di ketahui;
Balai Desa Sukorejo pun juga terdapat pada wilayah Dusun Dawuhan. Daerah ini
dengan nyata tersebutkan dalam Prasasti Kampak (851 syaka atau 929 Masehi). Dawuhan Di
sebutkan sebagai salah satu kawasan yang berbatasan dengan MAHA SAMUDRA dalam
Prasasti Kampak. Perlu diketahui bahwa Prasasti Kampak yang merupakan Simbol Pemberian
kemerdekaan Oleh Empu Sendok bagi masyarakat Kampak dan sekitarnya, Karena
telah Ikut Membantu dalam perjuangan merebut kembali Pemerintahan. Perdikan
Kampak merupakan tonggak sejarah Kabupaten Trenggalek yang tak dapat diabaikan.
Lahirnya perdikan kampak ditandai dengan adanya prasasti kampak yang dibuat
oleh Raja Sendok . Dalam cerita Rakyat, bahkan di sebutkan bahwa Pusat
Pemerintahan Kabupaten Trenggalek dahulu Berada di daerah Desa Jajar, Kecamatan
Gandusari.Meski Cerita Rakyat ini belum bisa di benarkan dengan bukti-2
sejarah. Namun memang di daerah gandusari di jumpai beberapa peninggalan Kuno.
Dahulu (meski telah memasuki abad ke-19), Ketika Ajaran Islam belum begitu
mewarnai corak budaya masyarakat Gandusari, Masyarakat Trenggalek masih melaksanakan
Sembah Bumi di PUNDAK (Batu; yang di anggap dapat memberikan Kesuburan Tanaman
Pangan). Pundak atau Tempat sesajen Tersebut terletak sekitar 300 M, d belakang
Balai Desa Sukorejo(Sekarang). Sayangnya Batu Tersebut sekarang Tidak Terawat,
Bahkan Mungkin Lepas dari Penelitian Para Ahli Arkeologi.Catatan; Peninggalan
ini musti diteliti oleh para ahli. Dilihat dari tingkat Ekonomi Sosial dan
Budaya; Masyarakat Gandusari, hususnya Desa Sukorejo; Memang tidak dapat di
pungkiri, Masyarakat Desa ini lebih maju pola pikirnya di banding dengan Kawasan
Lainnya.di sana dapat di jumpai banyak sekali Industri-Industri Rumahan;
Genteng, Tekstil, Anyaman, Batik, kripik Tempe, dll. Wilayahnya Luas, di
banding Desa-desa Lainnya, Bahkan Pondok-pondok Pesantren
dan Yayasan Pendidikan Al Aszhar pun Lebih Memilih Desa
Sukorejo sebagai tempat mendirikan Institusi dengan alasan memang secara
Ekonomi dan Budaya Lebih Maju di banding dengan Mayarakat di Pusat Kota
Trenggalek sekalipun. Kembali ke Prasasti Kampak….. Dari prasati itu dapat
diketahui bahwa Trenggalek pada masa itu sudah memiliki daerah daerah yang
mendapatkan hak otonomi atau swantara lebih jelas lagi diketengahkan bahwa
Perdikan Kampak berbatasan dengan mahasamudera (Samudera Indonesia ) disebelah
selatan yang pada waktu itu wilayahnya meliputi Panggul, Munjungan dan Prigi.
Selanjutnya disinggung pula daerah yang sekarang daerah ini juga masih dapat
dijumpai di Trenggalek, Tepatnya di Belakang Balai Desa Sukorejo. Awal
Lahirnya Prasasti kampak, di karenakan
pada Akhir abad ke-IX, di ranah Jawa Terjadi Dehegemoni/Perpecahan
Kekuasaan(Raja Mataram mengalami dua kali berturut-turut pengkhianatan oleh dua
patih mataram yang ingin merampas kekuasaan dan menjadi orang Nomor satu di bumi
Mataram). Kejadian itu di perparah dengan bencana dahsyat meletusnya Gunung
Merapi. Dua bencana Politik dan Alam iyulah yang mengikis Habis segala Sumber
Daya Kerajaan Mataram. Empu sendok pun, akhirnya juga ingin menjadi Raja,
dengan menggulingkan Raja Mataram,Raja yang sebelumnya juga seorang Patih yang
ingin Berkuasa Karena tidak sepaham dengan rajanya. Empu Sendok Meninggalkan
Mataram dan menggalang Kekuatan di kawasan Timur ( Trenggalek) di wilayah Gunung Kidul dari Panggul Sampai Kampak dan
Sumber Bening. Bermukim di Kademanagn Kampak yang Notebenya juga masih dalam
daerah Kekuasaan Mataram.Seluruh masyarakat kampak sekaligus Demangnya adalh
Pengikut setia Empu Sendok dan Terlatih dengan Berbagai Macam Ilmu Kanuragan
dan Keprajuritan.Akhirnya cita-cita Empu Sendok tercapai di bantu Masyarakat
dan Kademangan Kampak, Empu Sendok Berhasil Mendirikan sebuah Kerajaan yang di
namai Kerajaan KAHURIPAN. Atas Jasanya Masyarakat kampak diberikan Penghargaan
berupa sebuah Prasasti, yang di namai Prasati KAMPAK. Yang sekarang di simpan
dan menjadi Hak milik Pemerintah Republik Indonesia.

Dusun_pule

  Setelah
masa Mpu Sindok dengan melalui masa Raja Dharmawangsa lahirlah di Jawa Timur
kerajaan Kahuripan yang diperintah oleh Raja Airlangga. Hanya sayangnya pada
masa ini tidak banyak diketahui kesejarahannya, dikarenakan tidak ditemuinya
data atau mungkin belum ditemukannya data tentang masa tersebut. Namun tidak
bisa disangkal bahwa wilayah Trenggalek termasuk dalam kawasan Kahuripan yang
kemudian berkesinambungan menjadi wilayah kerajaan Kediri. Dari jaman Kediri
hanya ada beberapa hal yang dapat dicatat, utamanya pada masa ini munculnya
prasasti Kamulan yang terletak di Desa Kamulan Kecamatan Durenan Kabupaten
Trenggalek.

CATATAN: Di daerah Trenggalek juga
pernah ada suatu daerah yang pernah mendapatkan Hak Otonomi (tercatat dalam
Prasasti Kamulan; hari Budha Kaliwuhan, Mahaktal. Artinya: Rabu Kliwon, wuku
Wakyal. Yang sekarang di jadikan Tonggak Resmi Hari Jadi Kota Trenggalek. Trengalek
Lahir Pada : Hari Rabu Kliwon, 31 Agustus 1194 Masehi / 1116 Tahun Saka).

Dikutip dari Berbagai Sumber: Cerita rakyat, Prasasti Kampak dan Kamulan.