

http://strenkali.org
Pertemuan Kampung, 20 Maret 2008
Pada Pertemuan Kampung yang kebetulan diliput oleh TV MBC dari Korea tersebut, Abah Waras (Selaku Presidium Paguyuban) dan Bpk andreas ( Ketua Paguyuban ) di dalam Sambutannya, Mengharapkan supaya "Warga Harus kompak untuk melakukan Renovasi seadanya/sederhana dengan cara gigih untuk meningkatkan Tabungan, meski kondisinya lagi memprihatinkan (Ekonomi Nasional Terus mengalami Inflasi/Kenaikan Harga Barang-2; Menurun-nya Nilai Tukar Mata Uang Rupiah Terhadap Kebutuhan Bahan-bahan Pokok sehari-hari)tanpa harus Menunggu dan mengharapkan adanya Bantuan atau Pinjaman.
Sementara Tim Konsultan Warga, yaitu Ibu jois; memberikan solusi Alternative supaya renovasi tetap dapat di kerjakan, dengan Perhitungan Rancangan Anggaran Bahan bangunan (RAB) yang relative Mencari bahan-bahan murah tetapi secara perhitungan kekuatan konstruksi tetap mengacu pada standart mutu dan sesuai kekuatan konstruksi yang diijinkan (Rumah yang kuat, tahan Gempa, Tetapi berdasarkan Pencarian teknologi dan Bahan-bahan yang terjangkau oleh Warga.
Salah satunya dengan memakai teknologi "Beton Portland Cement dengan tulangan bambu", Bila perlu dengan dinding Bambu anyaman yang di Plester dengan Mortal Agregat, Teknologi Pelapisan biasanya dengan cara di Semprotkan.Wardah H., menambahkan Perlu Adanya Pelatihan untuk mengerjakan pekerjaan Itu. Mengenai methoda Pengerjaan dapat dilakukan dengan cara gotong Royong.
Sementara Bpk Wawan Some, mengusulkan untuk dinding dapat menggunakan "Sterofoam/ Gabus Limbah" yang tidak bisa di Daur Ulang.
Perencanaan Pembangunan dapat di mulai di kerjakan dari Bratang atau Semampir.
Sementara ada pertanyaan dari Bapak Slamet (Warga Bratang);Bagaimana dengan Rayap yang nantinya akan menyerang?, Wardah Hafidz mengatakan supaya nanti dapat ditanyakan kepada Tim teknis yang akan di datangkan dari Bali yang akan memberikan Pelatihan yang rencananya langsung di praktekan pada Pekerjaan renovasi sebenarnya/rumah contoh. Catatan ; Master Plan dari tim teknis Harus jadi terlebih dahulu dan klo memungkinkan dapat Di serahkan pada tanggal 27 maret 2008.sebelum diadakan pelatihan.
Perkembangan Kampung ,
Jumlah Tabungan warga belum mencapai angka yang signifikan per 20 maret 2008, rencananya pada 30 Maret akan Membentuk Lagi Kelompok Tabungan Yang lebih solid, sambil mengembangkan Sayap/meningkatkan anggota Kelompok Tabungan yang baru beranggotakan 649 KK, sekitar 161 KK belum Ikut bergabung. Untuk Koordinasi Tabungan sudah dapat Di tangani sendiri oleh Warga/ Ibu Sukir dan Ibu-ibu, tidak bergantung lagi dengan Pendamping, sementara di Bratang dan semampir ada kemajuan dengan bersedianya warga menjadi sukarelawan/kolektor, 1 Orang Kolektor memegang 10 KK. Selain itu akan adanya Dua Wilayah lain Yang akan Ikut Bergabung ke dalam Paguyuban dan Kelompok Tabungan.
Masalah Kelompok Tabungan;
1. Tabungan Masih Terpencar/ dipegang para Koordinator/kolektor, belum menjadi satu.
2. Banyak Warga yang berhenti menabung,
menurut Abah Waras Karena banyak Orang yang saat ini kesuliatan Ekonomi.
3. Merasa tidak Di pinggir kali, adanya kesalah pahaman di tingkatan Warga, warga berpikir bahwa Renovasi Strenkali cuman sebatas menghadapkan Rumah kesungai, dan buat jalan inspeksi.Warga tidak menyadari bahwa selain Renovasi Rumah warga juga telah sepakat untuk renovasi seluruh Kampung; yang salah satunya di butuhkan adanya jalan Tembus/gang yang di pastikan mau tidak mau harus merubah wajah/tata kampung. Abah waras selaku presidium Paguyuban menginginkan untuk Pemerataan Renovasi, Supaya serempak Adanya Renovasi di seluruh kampung,tidak cuman yang berada di pinggir kali saja ( Kesepakatan Agis).
4. Ibu Joko menambahkan, Tidak Mampu Meningkatkan Tabungan Dari Rp. 1000,00 ke angka Minimal/sekurang-kurangnya Rp. 2500, Karena Harga-harga Bahan Pokok Sangat Tinggi,
Masalah-masalah, dan kesepakatan pemecahannya;
Tim Teknis.
1. Master Plan Belum selesai.
Pemecahan; Penambahan Personil Tim teknis,yang sudah di laksanakan pada bulan Februari dengan menambahkan 2 orang ke dalam struktur Tim Teknis,di harapkan Arta/Tim Teknis; akan segera menetapkan Master Plan Yang Lebih Detail Tentang Renovasi Rumah dan Kampung sepanjang strenkali, karena sudah ada tambahan 2 orang Ahli Lingkungan untuk Bidang pengolahan limbah dan Lingkungan.
2. Ada beberapa Warga yang tidak Sabar, menunggu Master Plan.
Pemecahan ; Harus, ada sinkronisasi Semangat Renovasi. Tim Teknis dan Pendamping harus sering melakukan penggalian ke kampung, untuk menggali dan mewujudkan keinginan warga, warga di bagi Per RT atau per 10 KK.
3. ketidak sinkronan Data dengan Kenyataan di lapangan. Contoh Kasus di kebraon, Pada Quisioneer tertulis bahwasannya Di rumah Warga/Kampung telah ada Septicktank, tapi setelah di cek,memang ada tapi 40% diantaranya Tidak Memenuhi Syarat.
Pemecahan ; Di Gunung sari ada 2 septictank komunal di setiap RT, Tinggal menentukan cara Pengolahannya Sudah tidak ada Yang membuangan limbah Cair di kali. Renovasi harus dilaksanakan dengan cara Estafet.
Renovasi harus dilaksakan dengan diskusi dengan para pemimpin Kampung untuk menentukan pilihan dan croscek Data.
Kebutuhan sering menggali ke kampung supaya:
Team Teknis dan warga nantinya tidak Kerja dua Kali, Efektif dan Efisien.
Pertanyaan Warga ; Untuk apa perlu diadakannya pengukuran dengan TSS?, Untuk bahan Apa?, Padahal sudah Ada Gambar Acuan Dari DPRD, sekurang-kurangnya 5 meter dari Bibir Sungai. Jawaban; Salah satunya diperuntukan di dalam Penentuan Septicktank, Karena Syarat utama Septicktank/Pengolahan Limbah harus mengacu pada ketinggian Permukaan Air Laut, terutama Daerah yang lokasinya didekat muara, ada kemungkinan wilayahnya lebih rendah dari permukaan Air Laut Jika Terjadi Pasang, Dll.
Pendapat Wardah Hafidz mengenai Isu akan adanya Pinjaman; Kunjungan Wardah ke Kampung sebelumnya, Terindiksi adanya Keinginan sebahagian Warga yang menginginkan adanya Pinjaman. Padahal Itu bisa Menghilangkan Kearifan Lokal, Gotong Royong dan Kebersamaan. Keinginan Wardah adalah Biar Warga Strenkali bisa Beda dengan warga Yang Lain lain yang terhegemoni oleh Budaya Hutang/Hibah yang sejujurnya tidak mendidik. Padahal Kearifan Budaya kita mengajari kita untuk Menabung.
Konkritnya;
Warga Harus tetap menjaga Keutuhan, Tidak Pecah Karena Berjalan Sendiri-sendiri. Bukannya para pendamping tidak mau bertanggung Jawab, Tetapi supaya Warga menjadi masyarakat yang Kuat dan Mandiri, Meski Nantinya ada Kemungkinan akan adanya Dana Talangan, seharusnya kita tidak menjadikan itu alasan untuk Malas Menabung. Semakin besar jumlah Tabungan Kita, maka Beban Renovasi kita akan semakin mudah.selain itu Wardah Menginginkan, sebaiknya Pembangunan Menunggu Rancangan master plan yang tengah di sempurnakan tim Teknis, dan untuk Tim Teknis supaya Secepatnya Menyelesaikan Rancangan.
Wilayah yang sudah bergerak:
1. Gunung Sari dan Semampir sedang menununggu Master Plan
2. Bratang ; Pembuatan Jalan Inspeksi sebaiknya diLanjutkan ( Team Teknis dan paguyuban supaya memprioritaskan wilayah Bratang mengenai Sosial, Pendanaan serta Teknisnya, Perlu diadakan rembukan tentang Acuan Renovasi Dari Perda yang Masih Simpang Siur.
3. Semampir ; dalam proses kerja Pomotongan rumah dan pembuatan Jalan Inspeksi.