Bahaya Asbes / asbestos
Hernawan Some (Koordinator Uplink Surabaya);
mengungkapkan, pada hampir di setiap pertemuan Paguyuban Warga Strenkali Surabaya, supaya
dalam pelaksanaan Renovasi nantinya, warga sebaiknya menghindari penggunaan
Asbes, karena menurut hasil tinjauan Walhi Aceh terhadap kasus-kasus kematian
akibat menghirup udara yang tercemar asbes menyimpulkan bahwa, 94 persen
penggunaan Asbes di dunia mengandung bahan Chrysotile atau hidroksida magnesium
silikat dengan komposisi Mg6(OH)6(Si4O11)H2O, Chrysotile merupakan bahan
mineral yang bersifat Karsinogen pemicu penyakit kanker yang akan menyerang
rongga dada, paru-paru, dan perut. Proses terinfeksinya melalui udara yang
telah tercemar oleh debu Asbes kemudian dihirup oleh Manusia. Penggunaan Asbes
telah banyak menimbulkan kematian pada korban, contoh kasus di Negara Jepang,
akibat menghirup udara yang tercemar Asbes, 500 orang meninggal dunia pada
tahun 1995, dan meningkat menjadi 878 orang pada tahun 2003, sehingga
pemerintah Jepang melarang penggunaan Asbes.
Proses keracunan Asbes tidak terjadi secara seketika, racun Chrysotile akan
menyerang manusia secara akumulatif, proses terinfeksi Chrysotile akan memicu
terjadi kanker pada manusia dalam waktu puluhan tahun kemudian, ketika korban
secara terus-menerus menghirup debu asbes yang mengandung Chrysotile maka
korban akan terkena penyakit kanker, yang bisa menyebabkan kematian.
Di Jepang penggunaan asbes sudah dilarang karena dapat
menyebabkan penyakit yang bisa menyebabkan kematian. Ddalam setahun belakangan
ini pemerintah Jepang sangat gencar melakukan penggantian material berbahan
asbes.
kasus-kasus kematian akibat menghirup udara yang tercemar asbes
menyimpulkan bahwa, 94 persen penggunaan Asbes di dunia mengandung bahan
Chrysotile atau hidroksida magnesium silikat dengan komposisi
Mg6(OH)6(Si4O11)H2O, Chrysotile merupakan bahan mineral yang bersifat
Karsinogen pemicu penyakit kanker yang akan menyerang rongga dada, paru-paru,
dan perut. Proses terinfeksinya melalui udara yang telah tercemar oleh debu
Asbes kemudian dihirup oleh Manusia. Penggunaan Asbes telah banyak menimbulkan
kematian pada korban, contoh kasus di Negara Jepang, akibat menghirup udara
yang tercemar Asbes, 500 orang meninggal dunia pada tahun 1995, dan meningkat
menjadi 878 orang pada tahun 2003, sehingga pemerintah Jepang melarang
penggunaan Asbes.
Proses keracunan Asbes tidak terjadi secara seketika, racun Chrysotile akan
menyerang manusia secara akumulatif, proses terinfeksi Chrysotile akan memicu
terjadi kanker pada manusia dalam waktu puluhan tahun kemudian, ketika korban
secara terus-menerus menghirup debu asbes yang mengandung Chrysotile maka
korban akan terkena penyakit kanker, yang bisa menyebabkan kematian.
Asbes juga tampil dalam berbagai bentuk bahan bangunan dan produk jadi
berupa rumah rakit (pre-fab). Sebagai bahan bangunan, asbes dibuat
dengan cara mencampurkan asbestos dengan komposisi 15% dan semen dengan
komposisi 85%. Bahan ini dapat pula disemprotkan atau sebagai bahan plester
pada permukaan dinding maupun langit-langit (acoustical plaster). Asbes
berperan sebagai bahan bangunan yang sangat berguna dan diminati banyak orang
sehingga bahan itu hadir di berbagai tempat seperti rumah tinggal, sekolahan,
bangunan perkantoran, serta bangunan-bangunan lainnya.
Dilihat dari sudut pandang ilmu kimia, asbes adalah suatu zat yang terdiri
dari Magnesium-Calsium-Silikat berbangun serat dengan sifat fisik yang sangat
kuat. Bahan galian penghasilnya adalah mineral jenis aktinolit dan krisatil
yang berserabut. Krisatil menempati sekitar 95% persediaan asbes dunia. Tiga
perempatnya ditambang di Provinsi Quebec, Kanada. Deposit besar lainnya berada
di Afrika Selatan dan negara-negara bekas Uni Sovyet. Asbes dapat diperoleh
dengan berbagai metode penambangan bawah tanah, namun yang paling umum adalah
melalui penambangan terbuka (open-pit mining).
bidang kegiatan adalah bahwa asbes termasuk bahan berbahaya. Namun, kurang
disadari oleh masyarakat pemakainya karena dampak negatif yang ditimbulkannya
tidak segera tampak. Memang, tidak semua bahan yang mengandung asbes berbahaya
bagi manusia apabila bahan itu dalam keadaan baik sehingga serat asbes terikat
kuat dalam matrik bahan. Namun, substansi asbes dengan ukuran tertentu dalam
keadaan terlepas/bebas akan sangat berbahaya karena dapat memicu timbulnya
gangguan kesehatan apabila terhirup masuk ke dalam paru-paru.
Asbes dapat mengakibatkan penyakit asbestosis dan berbagai jenis kanker.
Sifat asbes yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan berupa timbulnya
penyakit asbestosis sudah cukup dikenal di kalangan praktisi kesehatan
kerja maupun kesehatan lingkungan. Asbestosis adalah penyakit kronis pada
paru-paru yang mengakibatkan penderita sulit bernafas dan bisa mengakibatkan
kematian. Asbes dapat juga mengakibatkan kanker jenis mesothelioma,
yaitu jenis kanker yang menyerang selaput perut. Dr. Irving Selikoff,
Direktur Environmental Science Laboratories pada Mount Sinai School
of Medicine di New York yang menangani suatu penelitian penyakit kanker
para pekerja di pabrik asbes, menyimpulkan dari hasil penelitiannya bahwa
kanker paru-paru lebih banyak disebabkan oleh asbes dibanding rokok. Dari 869
orang yang 17 tahun sebelumnya pernah bekerja di pabrik asbes di Texas, AS, 300
orang di antaranya diperkirakan menderita asbestosis, kanker paru-paru, kanker
usus, dan kanker perut lainnya.
http://jarwoeko.webs.com
