Indonesia Negeri Api
Negeri dengan limpahan Sumber Daya alam ini, ternyata kekayaannya
hanya retorika, sebetulnya kekayaan itu bukan milik Rakyat Indonesia
Lagi, melainkan milik corporasi-corporasi asing dan selapis tipis
pengusaha Tamak yang selalu dekat dengan Para penguasa dan kini bahkan
Berkuasa di balik Panji-panji Merah Putih, Contohnya Bakri dan Yusuf
Kalla……Negara ini tidak kaya, kaya kok terjepit hutang?, tapi
bobrok Untuk menjadi Robot (Aparatur Negara) saja, harus merogoh
Kantong/menjual Kerbau/sapi/ladang/sawah warisan. Sejarah Perjuangan
kita pada semangat para Pahlawan, dengan darah dan harta,dengan segala
daya dan kekuatan mereka berjuang mati-matian mengusir orang-orang
kulit Putih. Namun hirupan nafas kemerdekaan itu mulai tersumbat,
ketika Soeharto dengan intrik Politiknya memanfaatkan keruwetan Politik
masa Orde lama, dengan cara-cara yang pernah di pakai Ken Arok merebut
kekuasaan Soekarno "Nabok Nyilih Tangan". Entah mengapa dan ada apa di
otak soeharto dan kroninya; menghantarkan Bangsa kita ke jurang Hutang
Piutang yang Nista. Seperti membalik tangan segolongan orang yang
menamakan Orde baru menjilat-jilat pantat negara-negara adidaya.
Tidak sampai disitu, pada 2003 paska Reformasi dan kejatuhan Gusdur terjadi pembohongan dan Pembodohan Publik;
- 40.000.000
Penduduk Indonesia kehilangan Pekerjaan ( PHK massal setiap hari,
Penggusuran PKL, Gubuk-2 kaum miskin kota, Razia becak, gelandangan dan
Pengemis) - Penjualan aset Negara yang sebetulnya adalah aset Rakyat; Indosat, Semen Gresik dll.
- Pembabasan
dan Pengampunan atas Hutang Luar Negeri, bagi para konglomerat Hitam (
kapitalist nasional ;red.) ( Release and Discharge. red) atau yang
populer di sebut R&D. - Perpu
anti Terorisme, UU Penyiaran, UU Parpol, RUU Pemilu yang merupakan
cangkokan dari luar negeri yang bertujuan mencekal Gusdur karena
berbahaya bagi kepentingan IMF dan Amerika ( RUU yang tidak manusiawi,
karena mendiskriminasi orang cacat dan buta ) - Konversi minyak ke Gas Alam,
dengan alasan Energi di Indonesia tidak hanya BBM, tetapi ada Batu
bara, Gas, Bio Gas dan Pelbagai Energi alaternative lainnya, ini
merupakan pemikiran yang Nista, Pemerintah menyamakan Harga BBM di
Indonesia dengan di Amerika. ini adalah Monopoli dan kejahatan Ekonomi,
Pembodohan dan pemaksaan, aneh tapi nyata. Kalo memang BBM di Indonesia
harus sama dengan di Amerika, kenapa Tempe di Pacitan tidak sama dengan
di singapura?, Tahu di Kediri sama dengan yang di jepang?, Kayu di
Kalimatan sama dengan di Jerman?, Tarif short time Wanita Tuna Susila
di Thailan sama dengan di LA. Gigolo di Bali sama dengan di Australia?.
Kripik singkong di Trenggalek sama dengan di jakarta?. kenapa tidak di samakan sekalian? - Sosialisasi Pemerintah membingungkan,
kata Jusuf Kalla; Subsidi BBM yang di cabut untuk Rakyat miskin dalam
bentuk BLT, P2KP, PNPM dll?, tapi ada banyak data matrik yang
menegaskan bahwa dana-dana itu sebenarnya adalah dana Pinjaman yang
berbaju HIBAH, ujung-ujungnya Hutang lagi-hutang lagi!!!. opo bedane karo Zaman nya Almarhum Bpk Harto, Rek???
"Kita Belum Merdeka, dalam Sebuah kemerdekaan"
http://jarwoeko.webs.com