http://www.jarwoeko.webs.com

Archive for June, 2008


Sebaiknya Pemimpin tidak berkerangka pikir sebagai Provokator, Bangsa Indonesia Terancam terpecah belah dan Teradu Domba.

Yusufi Eko Sujarwo

Yusuf Kalla kurang Arif.

Pengurus Pesantren Protes Penyataan Jusuf Kalla
 
17  Oktober  2005
    Pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla akan membatasi
kegiatan pesantren dalam menangani teroris diprotes kalangan pesantren.
Pesantren, didirikan bukan untuk mencetak teroris. Adalah cara pandang
negatif, pada setiap terjadi aksi terorisme di Indonesia selalu
dikaitkan dengan pesantren.

    Pernyataan
Yusuf kalla Sebagai Wapres untuk membatasi kegiatan Pesantren dengan
adanya kasus2 terroris akhir ini Sungguh sangat tidak bijaksana karena
menimbulkan stigma seolah pesantren yang nota bene adalah tempat umat
Islam menuntut ilmu agama sudah diartikan lain, sungguh suatu pemahaman
yang dangkal seorang Wapres yang sebenarnya tidak perlu dilontarkan ke
media masa, kita tentu sangat sedih. terlepas dari pada itu kita sangat salut
dan bangga kepada Bapak Kapolda Bali yang justru wilayah keamanannya
yang selalu menjadi bulan-bulanan aksi terror tak sedikit pun
menyinggung bahwa terror yang terjadi adalah perbuatan dari agama
tertentu namun beliau lebih mengkedepankan pelakunya bukan
kepercayaannya. karena beliau sangat tahu didunia ini terror yang
terjadi bisa dilakukan oleh siapa saja tanpa melihat kepercayaan
pelaku. mungkin Wapres perlu sedikit bertukar pikiran dengan bapak
Mangku Pastika Kapolda Bali.

Yusuf Kalla, Tidak jauh beda dengan Mucikari

Kembali
kaum perempuan direndahkan di negeri ini, dilecehkan martabatnya,
bahkan dianggap sebagai barang dagangan dan sebagai menu sajian untuk
para tamu dari manca negara. Pelecehan dan penghinaan terhadap
perempuan ini terlontar dengan kata-kata ringan tanpa beban –seakan
mewakili kesadaran sejati yang menyatakan- pada sebuah acara seminar
tentang Turis dan hebatnya lagi pernyataan itu di lontarkan oleh orang
nomor dua di negara ini, Wakil Presiden Yusuf Kalla.


Pernyataan Wakil Presiden Yusuf Kalla: “Jika ada turis Timur Tengah
jalan-jalan ke puncak mencari janda,ya tidak apa-apa. Turis-turis
tersebut akan memberi banyak keuntungan kepada para janda, anak-anaknya
dan dunia hiburan Indonesia. Yusuf Kalla juga menambahkan “ kalau janda
tersebut akan mendapatkan rumah yang layak , walau kemudian para turis
tersebut meninggalkan mereka, ya tidak apa-apa. Karena anak-anak mereka
akan punya gen yang bagus dan bisa menjadi aktor dan aktris televisi
yang cakep-cakep” (Jakarta Post, 29 Juni 2006)

Dari pernyataan di atas yang tersirat secara langsung adalah:
1. Merendahkan martabat perempuan, karena perempuan dapat dijadikan
objek pariwisata seksual bagi turis-turis yang datang ke Indonesia
2. Melegalkan perdagangan terhadap perempuan dan anak
3. Melepaskan tanggung jawab untuk melindungi perempuan
4. Melepaskan tanggung jawab pemerintah atas kesejahteraan perempuan dari tingkat  produktifitasnya (kualitas perempuan)
5. Menunjukkan tidak adanya kepekaan atas akar persoalan pemiskinan perempuan
6. Bersifat rasis (merendahkan satu ras dan mengunggulkan ras manusia yang lain)
7. Kemiskinan solusi atau jalan keluar atas problematika kemiskinan
masyarakat, dan cenderung mengabsahkan masyarakat (terutama perempuan)
sebagai objek penarik kapital
 

Yusuf Kalla, Oknum Provokator Kelas Kakap

    Dengan se-enak Perutnya, JK dengan sengaja mengadu Domba;
1. Demonstran BBM dengan Kaum Miskin Penerima BLT, Jusuf Kalla Buta; Tidak melihat  bahwa akar masalah Penolakan bukan karena bersangkutan langsung dengan BLT, kebanyakan warga dan kepala daerah menolak, karena alasan ;

  • Tidak adil dan merata (Pancasila hanya Idealita di ruang-ruang klas. Red),
  • Pendataan yang semrawut ( Birokrasi Amoral ),
  • tidak seimbang dengan kenaikan Harga-harga,
  • Bersifat Money Politik ( Pengaburan asal Dana Hutangan/Hibah dari negara Kapitalis) untuk meredam Perlawanan terhadap Pemerintah yang mulai Totaliter- Monarki-Absolut kembali pada zaman Orde Baru,
  • Malah akan memicu Inflasi  yang tinggi, uang yang beredar di masyarakat akan bertambah banyak, padahal Barang (Produktifitas menurun/PHK/Pabrik mengurangi Produksi karena kenaikan BBM. Red), Jasa ( Pengangguran meningkat tajam)menurun. seharusnya Pemerintah mengajari Warganya untuk Produktif menciptakan Barang, Mengadakan Pelatihan Bagi Pengangguran. tidak malah Mencetak/Berhutang Uang, habis itu di bagi-bagikan. kalo negri ini hanya bisa mendatangkan Uang (Investor/Hutang. Red) tanpa daya untuk Produksi barang sendiri secara Mandiri, dapat di Pastikan untuk tahun-tahun yang akan datang Harga satu benih beras bisa mencapai 1 juta Rupiah, Tempe atau Krupuk pasti akan berharga Rp 500.000.000 karena Pemerintah hanya bisa mengajari warganya mengemis dan berdoa untuk datangnya Hibah-hibah dari negara-negara yang lebih maju yang ujung-ujungnya harus berhutang. seharusnya Pemerintah tetap menjaga kesetimbangan antara barang, Jasa, dan Uang. klo jumlah uang terus bertambah, ya pemerintah harus membakar,begitu juga jika sebaliknya  (deflasi. Red) ya harus di potong. tidak malah trus mendatangkan Infestor asing/hutang/ menerbitkan Surat berharga dll. supaya nantinya tidak hanya selapis tipis masyarakat yang bisa menikmati Limpahan kekayaan Negeri ini.

2.Mengadu Domba Timur tengah dengan Indoesia
    Simak Pernyataan Jusuf Kalla di berikut  ini; "Kekayaan itu menurut hukum Islam adalah titipan Allah SWT. Lihatlah sekarang ini. Negara mana yang paling terkaya? Hampir semua negara-negara terkaya itu adalah negara Islam. Apakah itu Arab Saudi, Qatar, Kuwait, Emirat Arab dan lainnya. Begitu besar kekayaannya. Akan tetapi, siapa negara yang paling miskin ? Negara-negara Islam juga seperti Bangladesh, Somalia dan lain-lain,” ujar Wapres.

Menurut Wapres, negara-negara kaya yang Islam dan negara-negara yang miskin juga Islam terjadi karena terbaliknya hukum Islam.
“Dalam hukum Islam, seperti zakat, infak dan sadaqah, itu adalah
penyaluran kekayaan, yang seharusnya dari negara kaya ke negara miskin.
Tetapi, apa yang terjadi sekarang? Justru yang terjadi adalah penyaluran kekayaan dari negara miskin ke negara kaya,” tambah Wapres.

Kalo kita jeli menyimak Pernyataan JK diatas, dapat kita ambil kesimpulan;

  • Jusuf Kalla tidak lebih dari seorang Soeharto, sebagai seorang Pemimpin dia tidak malu-malu mengemis kepada negara-negara Timur tengah (memakai dan menjual ayat-ayat suci Tuhan. Red)Padahal Islam tidak mengajarkan kita untuk mengemis, tapi menganjurkan kita untuk memberi dan berbagi. Malah lebih elegan Soeharto, Soeharto lebih satria, Soeharto  lebih memilih Berhutang, dengan berani dia  bertandatangan nota kesepahaman untuk pengembalian hutang oleh Rakyat Indonesia, melalui mekanisme APBN. Paling tidak Soeharto mengajari masyarakatnya untuk punya rasa Tanggung Jawab, bukan menjadi bangsa yang akan di cap sebagai negara kaya sumber daya alam yang hanya bisa mengemis. Ayat-ayat yang dipinjam JK, dari Kitab suci itu seratus Persen Benar dan berprikemanusiaan. Cuman akan menjadikan bangsa ini tidak Punya rasa malu jika yang mengucapkan adalah seorang Wakil Presiden Indonesia. Ayat-ayat itu akan tepat jika di Ucapakan dan disampaikan oleh pihak-pihak Politikus dari Negeri Timur tengah Sendiri, sebagai kritikan terhadap pemerintahnya sendiri. akan benar jika yang mengucapkan adalah kalangan Aktivis/mahasiswa/praktisi/masyarakat/Dosen/politikus/Menteri atau pihak-pihak yang Notabenya adalah orang-orang Arab Saudi (Timur tengah. Red). Tapi jika yang mengucapkan itu dari pihak-pihak yang memiliki kekuasaan atas negara Republik Indonesia. maka yang ada hanya Gunjingan dari Dunia Internasional atas kekerdilan bangsa dan Para Pemimpin negeri ini, se kerdil orang yang dengan sengaja mengucapkannya di atas mimbar kehormatan dan berlagak seperti Ustad yang paling tahu Agama dan Ayat-ayat suci di dalamnya.Yang ada cuma rasa Prihatin terhadap Pahlawan-pahlawan Kemerdekaan dan para Pemimpin-pemimpin besar Negeri ini, semacam Soekarno dengan Orasi Agitasinya yang dengan bukti sejarah menjadikan Rakyat Indnesia Gagah berani hingga membuat lari terkencing-kencing siapapun yang ingin menjajah kembali bangsa Indonesia, Sultan Syahrir dengan Humanisme yang tidak berdewa terhadap kekuasaan dan Golongan-golongan serta terpetak-petak oleh suku, Ras, Agama, Nation bahkan Ideologi. belum ada Pemimpin yang mampu meneruskan cita-cita dari seorang yang pernah menjadi Dewan Sosialist di negeri belanda bersama rekannya yang bernama Johan Effendi tersebut.   seorang Perdana Menteri yang masih Muda (menjadi PM Indonesia pada usia 36 tahun) mampu membuat bangsa Indonesia di Pandang Dunia Internasional sebagai bangsa yang berwibawa dan berprikemanusiaan. Moch Hatta dengan sosialisme Religiusnya membangun ekonomi kerakyatan Indonesia yang berbasis Koperasi. Sayangnya, Penerus mereka hanya sebatas Saudagar yang dimatanya cuma Uang, Uang dari hasil Mengemis, atau makelaran sumber daya alam.
  • Tidak bisa menganalisa Akar Kemiskinan dan Proses Kemiskinan sebagai akibat dari Kebijakan-kebijakan yang tidak melibatkan bahkan memandang rakyat miskin di Indonesia. Dalam otak JK, Indonesia Miskin karena tidak di Sumbang Negara Timur Tengah. Padahal kita masyarakat sudah Paham Bahwa kemiskinan di negeri ini akibat KKN, Money Politik, Birokrasi Gemuk yang selalu menghambat laju Ekonomi dengan Selimut Pungutan Liar, Sumber Daya yang tidak boleh di kelola sendiri, Penyelundupan Pasir Laut yang mencapai; Rp 72 Trilyun, BBM mencapai Rp 50 Trilyun, Kayu Log Rp 30 trilyun, Kekayaan Laut Rp 36 triyun, dan Satwa langka Rp 100 Trilyun. Penggusuran ( Proses Pemiskinan) Pedagang yang tidak di sertai Solusi, Penggusuran Rumah yan tidak memperhitungkan Khos Ekonomi ; jarak Hunian dengan tempat Kerja, belanja dan sekolah untuk anak-anak (Contoh; Rumah Pekerja Pabrik di timur Kota di Relokasi dengan Rusun di sebelah Barat Kota, padahal biaya Transportasi mahal )
  • Biasanya jika Pemerintah kekurangan APBN, Pemerintah tidak mengambil atau menggunakan aparaturnya untuk meminimalisasi Penyelundupan. tapi malah berhutang kembali kepada CGI, IMF, atau World Bank dll.YES

Kliping

  •        

        MENGECAM Per…

       
       

       
           

               
            MENGECAMPernyataanWAPRESyangMele-2.jpg MENGECAM Pernyataan WAPRES yang Melecehkan Perempuan  1.JPG image by jarwoeko

       

       

                           
       
       

               
       
       

       
           
       
       

       
           
       
       

       
       
  •        

        MENGECAM Per…

       
       

       
           

               
            MENGECAMPernyataanWAPRESyangMele-1.jpg MENGECAM Pernyataan WAPRES yang Melecehkan Perempuan  2.JPG image by jarwoeko

       

       

                           
       
       

               
       
       

       
           
       
       

       
           
       
       

       
       
  •        

        MENGECAM Per…

       
       

       
           

               
            MENGECAMPernyataanWAPRESyangMeleceh.jpg MENGECAM Pernyataan WAPRES yang Melecehkan Perempuan  3.JPG image by jarwoeko

       

       

                           
       
       

               
       
       

       
           
       
       

       
           
       
       

Kepala Divisi Sosialisasi KPUD Jatim ” Ngawur “

Yusufi Eko Sujarwo

50

Jawa Timur Minggu  20080629,
        Bagaimana Demokrasi yang kita cita-citakan bersama, dapat berjalan sebagaimana mestinya. Kalau para ujung tombak demokrasi di negeri ini selalu di jalankan oleh orang-orang yang 20080628_sabtu_20_gadis_cantik_back_up_ksama sekali nol persen kemampuan komunikasi dan Dedikasinya.
        Ini lucu dan terjadi di Jawa Timur, KPUD dengan jujur menggambarkan dirinya sendiri tidak mampu walau sekedar untuk sosialisasi PEMILU. Untuk sosialisasi nomor urut calon gubernur, mereka merekrut
20 gadis cantik dari Paguyuban Ning Suroboyo.mereka tidak mampu menganalisa; bahwa Golput di negara seperti
Indonesia, adalah "GOLPUT AKTIVE", mereka (Golput. Red) sebahagian
besar ( 87 % ) di karenakan kecewa dengan Janji-janji manis para Calon
Ekskutif/ Legislatif yang Terpilih, oleh karena itu; keyakinan mereka
tidak akan goyah dengan sekedar menghadapkan mereka dengan cara-cara
kuno seperti itu, rata-rata dari mereka adalah orang-orang miskin, atau
orang-orang kaya yang memiliki hati nurani. mereka belum butuh sosok-2
Cantik, yang mereka butuhkan adalah makanan yang cukup bergizi, Tempat
tinggal yang layak, kesejahteraan dan Pendidikan. Seperti warga-warga
yang selama ini selalu dianggap Ilegal dalam bertempat tinggal
(Surabaya. Red), mereka selalu menanyakan, kenapa Rumah mereka saja
yang selalu di utak-utik, padahal hampir 80% Petak di wilayah Surabaya
lainnya masih Bersertifikat Hijau/Pethok D/Peninggalan Belanda,
sekarang menjadi Tanah Pemerintah. Koq Pemerintah tidak adil, yang satu
di kasih PDAM/Saluran Listrik dll, tapi yang lainnya tidak? (ungkap
sebagian warga). apa karena kami ini miskin ?, takut tidak membayar
iuran?, untuk apa Nyoblos, kalo yang kita Coblos tidak bisa melihat
ketidak-adilan ini?,,malah mungkin yang kita coblos tuh, Juga sama
seperti kita, rumahnya belum ada Sertifikatnya…..?, tapi Mereka
(Calon Terpilih. Red), mendapatkan Fasilitas Publik, malah bisa-bisa
yang setiap hari menakuti (Membuat Peraturan Daerah, yang justru
menciptakan Proses Pemiskinan. Red) kita dengan
penggusuran-penggusuran!!!.

    Mereka malah melimpahkan tugas kepada Paguyuban Ning Surabaya. mari kita simak pernyataan berikut ini; “Kehadiran gadis cantik sangat penting untuk menarik minat warga
mendapat informasi tentang pilgub dan secara sadar menggunakan hak
pilihnya. Ini bisa meminimalisasi golput,” kata Arief Budiman, Kepala
Divisi Sosialisasi KPUD Jatim. apa tidak ada alasan lain selain mendahulukan kata-kata Gadis cantik?, kan bisa memakai ungkapan "Gadis-gadis Cerdas" misalnya. dan apakah ada peraturan daerah di negeri ini yang secara tegas, menyebutkan bahwa Pemerintah dalam dasawarsa ini memerlukan sejumlah SPG?, apa memang Pemilu harus di Promosikan?, bukannya di jaga kelangsungannya dengan terus menjaga Janji dan "Kepercayaan masyarakat"?. Bukan hanya karena sikap yang  dengan sengaja menurunkan derajat kaum wanita/ Paguyuban Ning Soroboyo angkatan 2006-2008 dengan usia 20-22 tahun dan para SPG. tapi juga karena sudah banyak kalangan yang meresahkan Birokrasi kita, yang selama ini dianggap terlalu Gemuk, Sebahagian besar Bodoh dan tidak Profesional, dan hanya mampu sebagaimana halnya "Makelar Pasar". Hanya mampu merekrut dan menilai wanita dari sudut pandang Cantiknya saja, padahal kita semua tahu dan selalu memperjuangkan bahwa penilaian Ning/Putri di daerah dan Pusat agar selalu menitik beratkan "kecerdasan" sebagai "Agen Sosial  Budaya", sebagai hal yang Pertama. Untuk acara sosialisasi ini, KPUD merogoh uang sekitar Rp 150 juta.YES

Rel Kereta tergambar Angan, sebagian Gerbong di makan Karatan

Yusufi Eko Sujarwo

50

Pemilu_99_fixJawa Timur
Pengungkit Ekonomi rakyatmu engkau dongkrak
Seribu satu cara engkau pakai
mulai mengundang sang Investor
Sampai Pembebasan tanah rakyat yang pelik
Jembatan suramadu dan jalan lingkar selatan
adalah Buku sejarah baru
Sarana Rakyat mencari Nafkah
Rel Lokomotif telah mulai engkau Bangun

Namun

Diantara Jembatan Suramadu dan jalan Lingkar selatan
Sebuah Gerbong
Dengan muatan jiwa-jiwa yang miskin
Telah engkau benamkan
Dua puluh empat pabrik
Enam ribu hektar sawah
Sepuluh ribu rumah rakyatmu
Semuaya Musnah
Oleh seorang kaya yang engkau datangkan, beserta beberapa pengikutnya yang murahan
Tamak serakah, terkaya tapi tidak peduli nyawa orang lain
Perampok Untung Sebesar-besarnya
Tanpa pipa dan casing, seakan seperti petani yang kaya raya
Tuan tanah yang membekali pekerjanya hanya dengan cangkul yang sudah karatan.

Hai si Janggut Panjang
Aku dan sebagian rakyat telah muak dengan tingkahmu

Andai kata
Negara yang miskin ini tidak engkau bebani sebahagian tanggung jawabmu
Aku akan diam
Kerukunan dan kearifan rakyat di sini tidak engkau profokasi dan adu domba dengan mengeluarkan peraturan kuno yang mirip Segerombolan Pedagang VOC Belanda, membagi di dalam dan di luar peta.
Diluar peta tanggung jawab,atau "Devide at Impera" maksudnya?

Tiap jam aku merokok dengan pajak 36% + Rp 35 /btg
Sehari sekali aku parkir motor
Seminggu sekali aku belanja
Setiap detik ada hartaku untuk negeri tercinta ini
Untuk apa aku iklas membayar pajak?

Yang jelas, bukan untuk mukamu yang sama sekali sudah tidak simetris itu, dan yang jelas telah kaya raya bak Raja setelah engkau memaksa puluhan ribu orang untuk jatuh miskin.Ingat, engkau kaya setelah ada nyawa-nyawa yang hilang, rumah-rumah yang tenggelam. Aneh tapi nyata, seharusnya kamu sekarang jatuh miskin, kok malah semakin berlipat? apa tanah-tanah yang engkau benamkan dan belum engkau tuntaskan pembayaranya itu telah engkau kapling-kapling untuk perusahaan-perusahaan pengeboran asing?. seperti makelar? Presiden aja urutan no sepuluh dibawahmu.
Muka yang menggambarkan tingkah lakumu yang sama sekali tidak sederajat dengan ilmu pengetahuan yang engkau dapat dari perguruan tinggi yang di bangun dengan keringat rakyat.

Cabut Perpres No. 14 Thn. 2007, dan semua Kebijakan dan peraturan yang memiskinkan Rakyat. serta kebijakan yang menciptakan lokomotif Proses Pemiskinan

video

PAGAR REKONTRAK


Akhir Juni 2008
Inspirasi dari;
Orasi Tokoh Masyarakat Permisan, Pagar Rekontrak Porong.

Jarwoeko 20080628

 

Silahkan klik gambar atau Tulisan


Mechanical Engineering

Bangunan Gedung

  • Konstruksi dan Bahan

    Konstruksi tahan gempa

    Bambu beton Tulangan

    Sterofoam

    Bahaya Asbes

    Rumah Kapitalis 

  •     Architecture

   Rumah bpk Amir Mahmud

    Denah Rmh Bpk Nur Syamsudi

Organisasi dan Sosial (Affiliations) 

  •     Paguyuban Warga strenkali Surabaya (Link)
  •     Paguyuban PAGAR REKONTRAK
Lingkungan

    Bencana Tsunami

    Septictank Komunal Untuk Pemukiman Padat
 

Kasusteraan

    Puisi dan Sajak

 

Webs Community

     Flixster 

    Friendster

 

    Youtube Videos


Mechanical Engineering

Convertion Energi 

Alat Uji Kemampuan Gasket. Twice Winner for TPSDP competition, 2006

Hoses Design and Constructions

Konstruksi Slof, Balok, dan Kolom Terhadap Vibrasi Gempa

Septictank Komunal sebagai Solusi untuk Pemukiman Padat dan Rumah Sederhana

   

Click di sini

Berita Strenkali

Ada beberapa Agenda yang saat ini di
susun oleh Warga Strenkali Surabaya, Sebagaimana di ketahui, bahwa setelah
Warga Strenkali Surabaya ( warga yang Bermukim di pinggiran Sungai Surabaya.
Red.) diancam dan di gusur oleh Pemerintah, dengan Alasan Kumuh dan tidak
Sehat, sekaligus ikut serta dalam Proses Pencemaran kali Surabaya. Warga
setrenkali surabaya berjuang dan menawarkan Pelbagai Solusi yang pada Akhirnya
di terima dan di sanjung Pemerintah.Bahkan Pemerintah Sendiri ( Legilatif;
Red)dengan Keputusannya mendapatkan Penghargaan.
Peraturan Daerah (Perda) Propinsi Jatim tentang Strenkali

Surabaya

mendapat
perhatian Komisi Internasional Hak Asas Manusia (HAM), Persatuan Bangsa-Bangsa
(PBB). PBB berencana mengunjungi Jatim untuk memperoleh informasi lebih lengkap
soal Perda Strenkali.
Sekretaris Daerah Propinsi Jatim, Dr H Soekarwo usai membuka Musyawarah Daerah
II Asosiasi Distribusi dan Leveransir Indonesia (ADIL) Jatim di Hotel Hyaat
Regency Surabaya Sabtu (1/12) mengatakan, PBB menganggap langkah Pemprop Jatim
yang melibatkan masyarakat sebagai calon korban dalam merumuskan Perda adalah
langkah yang sangat aspiratif, manusiawi, serta menjunjung tinggi HAM.,  Warga Strenkali Merenovasi Kampungnya supaya
menjadi Perkampungan yang sehat ( Heath, Green and Clean Community Land, Red). Antara
Lain ;

1. Mewujudkan jalan Inspeksi

2. Menghadapkan Rumah ke sungai

3. Membuat Gang-gang Tembus

4. Penghijaun/ RTH; Ruang Terbuka Hijau.

5. Pengolahan Sampah Kering, dan Basah

6. Pengolahan
Limbah Cair/ Septictank Komunal

7. Sumur-sumur resapan

8. Sistem Tabungan, sebagai solusi Pendanaan dan salah satu
dari Tahapan renovasi

9. dan lain sebagainya, yang terus di cari dalam setiap
Pertemuan Kampung dan pertemuan Rutin Warga.

Mengapa warga strenkali lebih memilih sistem Septictank Komunal untuk
pengolahan Limbah cair?

Penghematan Bahan Bahan, adalah Alasan
Pertama mereka menggunakan Prinsip Komunal. Dapat kita hitung; jika kita
membuat Septictank itu sendiri di rumah masing-masing warga, tentunya dengan melihat
kondisi Perekonomian yang semakin sulit ( Krisis
bahan Pangan Dunia; Red
.) semua warga strenkali tidak ingin hidup boros,
menghamburkan bahan-bahan bangunan yang sebetulnya bisa di hemat, mengurangi
konsumsi terhadap Pabrik PC/ Portland Cement, warga ingin menyadarkan warga
kota lain, bahwa konsumsi berlebihan pada Portland Cement dapat mengakibatkan
Pengambilan bahan dasar PC ( Tanah Liat;
Red
) dari dalam Perut bumi. Yang tentunya kecenderungan untuk kerusakan
alam dapat di minimalisir. Belum lagi alasan lainnya; dapat menghemat hampir
separo penggunaan Bata Merah, dan matrial lainnya.


Mempermudah Pengontrolan dan maintenace ( Perawatan; red
),
Pengontrolan yang di maksud adalah ketika Kwalitas kandungan tanah atau air
menurun, dapat langsung di cek ( Kebocoran
Septictank; Red
) dengan menunjuk satu titik, dimana Septictank di wilayah
itu berada. Akan berbeda jika Septictanknya terpencar pada rumah rumah Padat
yang tentunya jarak satu dengan yang lainnya kurang dari 10 meter.

Mengakomodir Keperluan Luasan Ruang masing-masing Rumah
Tangga.
Jika di asumsikan kebutuhan lahan di perkotaan dengan
kondisi yang sudah sempit, sebuah ruang yang hanya berukuran 2 x 1.5 meter
adalah sangat berati di rumah-rumah yang sudah semakin kecil. Jika warga
memakai Sistem Komunal, tentunya ruang itu dapat di gunakan Fungsinya untuk hal
yang lain.

Mempermudah Pengolahan, jika ada keinginan untuk
memanfaatkan limbah Cair.
Seperti kita ketahui bahwa keberadaan Bio Gas Limbah
Cair, dapat kita gunakan untuk salah satunya sebagai Sumber Energi Alternative.
Kita akan lebih mudah Merencanakan, Mengontrol dan Merawat ( maintenance; red.). Paling tidak kita
tidak usah mengadakan banyak instrumen dari sistem Perpipaan yang tersambung
dari seluruh rumah –rumah warga. Padahal kemiringan pipa-pipa tersebut tentunya
akan di posisikan pada Kemiringan Tertentu ( 10 : 1 h; red ) supaya Limbah cair dapat tergelontor, tidak terjadi
Sumbatan. Tidak mungkin Sistem dari sambungan Perpipaan yang tersalur dari
rumah-rumah dapat di laksanakan, di wilayah Strenkali yang Notabenya dekat
dengan Laut ( Salah satu syarat
Septictank; Harus lebih tinggi dari permukaan air laut
).

Melestarikan Budaya Guyub Sebagai salah satu perwujudan Ruang
Publik.
Sudah waktunya, budaya perkotaan kita selama ini, dimana
ruang untuk bertemu semakin sulit di akses. Memang banyak ruang Publik yang di
sediakan kota, namun dari keseluruhan ruang itu kebanyakan tidak mampu menjawab
kebutuhan manusia untuk saling Berinteraksi satu Individu dan yang lainnya.
Akan sangat berbeda jika warga yang setiap hari dipertemukan di kamar mandi
Umum dengan di Tempat-tempat ATM, meski kebutuhannya sama, yakni untuk
mengantri. Pasti kita akan di curigai jika kita menyempatkan diri walau sekedar
menyapa.

Menjaga kwalitas Air dan Tanah, Warga sadar bahwa akibat
pencemaran akan lebih cenderung berkurang, jika Limbah tersebut berada pada
Satu, dua atau tiga titik di setiap Kampung, dari pada tercerai pada setiap
bangunan Rumah, jika terjadi Kebocoran Septictank.

 

Itulah, salah satu
rencana yang akan di wujudkan dari sekian banyak rencana yang sudah di lakukan
dan yang belum dilakukan Warga Strenkali Surabaya sebagai salah satu bentuk
Pengabdian mereka pada lingkungan, dan Kelestarian Budaya Arif Keguyub-rukunan,
Hemat, Tekun, Mandiri dan menjaga kesehatan lingkungan sesuai Prinsip-2 yang
tetap ingin mereka pertahankan sebagai Masyarakat “Kampung Jogo Kali.
Mereka tidak ingin sekedar berteriak mengkritisi Ratusan Pabrik-Pabrik yang
berdiri di pinggiran Strenkali untuk tidak mencemari Sungai, mereka telah kerja
nyata untuk Kesehatan Lingkungan dan seluruh masyarakat kota Surabaya yang
memanfaatkan Sungai Surabaya sebagai Sumber Air Bersih.

Saat ini, dari Bulan
April 2008 dua Orang yang menjadi Pendamping Lingkungan dari Sekretariat
Paguyuban Warga Strenkali Surabaya (Maya,
dan Gina
) dengan tekun mendampingi warga, di mulai dengan Pendataan dan
Wawancara tentang Kondisi tempat MCK seluruh warga dari Kebraon Sampai
Semampir. Dari Analisis data tersebut nantinya akan di Gunakan Tim Teknis
Paguyuban Warga Strenkali Surabaya sebagai bahan dasar Perencanaan dan
pelaksanaan Renovasi Kampung.(Y E S)