Rel Kereta tergambar Angan, sebagian Gerbong di makan Karatan
Yusufi Eko Sujarwo
50
Jawa Timur
Pengungkit Ekonomi rakyatmu engkau dongkrak
Seribu satu cara engkau pakai
mulai mengundang sang Investor
Sampai Pembebasan tanah rakyat yang pelik
Jembatan suramadu dan jalan lingkar selatan
adalah Buku sejarah baru
Sarana Rakyat mencari Nafkah
Rel Lokomotif telah mulai engkau Bangun
Namun
Diantara Jembatan Suramadu dan jalan Lingkar selatan
Sebuah Gerbong
Dengan muatan jiwa-jiwa yang miskin
Telah engkau benamkan
Dua puluh empat pabrik
Enam ribu hektar sawah
Sepuluh ribu rumah rakyatmu
Semuaya Musnah
Oleh seorang kaya yang engkau datangkan, beserta beberapa pengikutnya yang murahan
Tamak serakah, terkaya tapi tidak peduli nyawa orang lain
Perampok Untung Sebesar-besarnya
Tanpa pipa dan casing, seakan seperti petani yang kaya raya
Tuan tanah yang membekali pekerjanya hanya dengan cangkul yang sudah karatan.
Hai si Janggut Panjang
Aku dan sebagian rakyat telah muak dengan tingkahmu
Andai kata
Negara yang miskin ini tidak engkau bebani sebahagian tanggung jawabmu
Aku akan diam
Kerukunan dan kearifan rakyat di sini tidak engkau profokasi dan adu domba dengan mengeluarkan peraturan kuno yang mirip Segerombolan Pedagang VOC Belanda, membagi di dalam dan di luar peta.
Diluar peta tanggung jawab,atau "Devide at Impera" maksudnya?
Tiap jam aku merokok dengan pajak 36% + Rp 35 /btg
Sehari sekali aku parkir motor
Seminggu sekali aku belanja
Setiap detik ada hartaku untuk negeri tercinta ini
Untuk apa aku iklas membayar pajak?
Yang jelas, bukan untuk mukamu yang sama sekali sudah tidak simetris itu, dan yang jelas telah kaya raya bak Raja setelah engkau memaksa puluhan ribu orang untuk jatuh miskin.Ingat, engkau kaya setelah ada nyawa-nyawa yang hilang, rumah-rumah yang tenggelam. Aneh tapi nyata, seharusnya kamu sekarang jatuh miskin, kok malah semakin berlipat? apa tanah-tanah yang engkau benamkan dan belum engkau tuntaskan pembayaranya itu telah engkau kapling-kapling untuk perusahaan-perusahaan pengeboran asing?. seperti makelar? Presiden aja urutan no sepuluh dibawahmu.
Muka yang menggambarkan tingkah lakumu yang sama sekali tidak sederajat dengan ilmu pengetahuan yang engkau dapat dari perguruan tinggi yang di bangun dengan keringat rakyat.
Cabut Perpres No. 14 Thn. 2007, dan semua Kebijakan dan peraturan yang memiskinkan Rakyat. serta kebijakan yang menciptakan lokomotif Proses Pemiskinan
Akhir Juni 2008
Inspirasi dari;
Orasi Tokoh Masyarakat Permisan, Pagar Rekontrak Porong.
Jarwoeko 20080628
