Septictank Komunal sebagai Solusi untuk Pemukiman Padat dan Rumah Sederhana
Berita Strenkali
Ada beberapa Agenda yang saat ini di
susun oleh Warga Strenkali Surabaya, Sebagaimana di ketahui, bahwa setelah
Warga Strenkali Surabaya ( warga yang Bermukim di pinggiran Sungai Surabaya.
Red.) diancam dan di gusur oleh Pemerintah, dengan Alasan Kumuh dan tidak
Sehat, sekaligus ikut serta dalam Proses Pencemaran kali Surabaya. Warga
setrenkali surabaya berjuang dan menawarkan Pelbagai Solusi yang pada Akhirnya
di terima dan di sanjung Pemerintah.Bahkan Pemerintah Sendiri ( Legilatif;
Red)dengan Keputusannya mendapatkan Penghargaan. Peraturan Daerah (Perda) Propinsi Jatim tentang Strenkali
Surabaya
mendapat
perhatian Komisi Internasional Hak Asas Manusia (HAM), Persatuan Bangsa-Bangsa
(PBB). PBB berencana mengunjungi Jatim untuk memperoleh informasi lebih lengkap
soal Perda Strenkali.
Sekretaris Daerah Propinsi Jatim, Dr H Soekarwo usai membuka Musyawarah Daerah
II Asosiasi Distribusi dan Leveransir Indonesia (ADIL) Jatim di Hotel Hyaat
Regency Surabaya Sabtu (1/12) mengatakan, PBB menganggap langkah Pemprop Jatim
yang melibatkan masyarakat sebagai calon korban dalam merumuskan Perda adalah
langkah yang sangat aspiratif, manusiawi, serta menjunjung tinggi HAM., Warga Strenkali Merenovasi Kampungnya supaya
menjadi Perkampungan yang sehat ( Heath, Green and Clean Community Land, Red). Antara
Lain ;
1. Mewujudkan jalan Inspeksi
2. Menghadapkan Rumah ke sungai
3. Membuat Gang-gang Tembus
4. Penghijaun/ RTH; Ruang Terbuka Hijau.
5. Pengolahan Sampah Kering, dan Basah
6. Pengolahan
Limbah Cair/ Septictank Komunal
7. Sumur-sumur resapan
8. Sistem Tabungan, sebagai solusi Pendanaan dan salah satu
dari Tahapan renovasi
9. dan lain sebagainya, yang terus di cari dalam setiap
Pertemuan Kampung dan pertemuan Rutin Warga.
Mengapa warga strenkali lebih memilih sistem Septictank Komunal untuk
pengolahan Limbah cair?
Penghematan Bahan Bahan, adalah Alasan
Pertama mereka menggunakan Prinsip Komunal. Dapat kita hitung; jika kita
membuat Septictank itu sendiri di rumah masing-masing warga, tentunya dengan melihat
kondisi Perekonomian yang semakin sulit ( Krisis
bahan Pangan Dunia; Red.) semua warga strenkali tidak ingin hidup boros,
menghamburkan bahan-bahan bangunan yang sebetulnya bisa di hemat, mengurangi
konsumsi terhadap Pabrik PC/ Portland Cement, warga ingin menyadarkan warga
kota lain, bahwa konsumsi berlebihan pada Portland Cement dapat mengakibatkan
Pengambilan bahan dasar PC ( Tanah Liat;
Red) dari dalam Perut bumi. Yang tentunya kecenderungan untuk kerusakan
alam dapat di minimalisir. Belum lagi alasan lainnya; dapat menghemat hampir
separo penggunaan Bata Merah, dan matrial lainnya.
Mempermudah Pengontrolan dan maintenace ( Perawatan; red
), Pengontrolan yang di maksud adalah ketika Kwalitas kandungan tanah atau air
menurun, dapat langsung di cek ( Kebocoran
Septictank; Red ) dengan menunjuk satu titik, dimana Septictank di wilayah
itu berada. Akan berbeda jika Septictanknya terpencar pada rumah rumah Padat
yang tentunya jarak satu dengan yang lainnya kurang dari 10 meter.
Mengakomodir Keperluan Luasan Ruang masing-masing Rumah
Tangga. Jika di asumsikan kebutuhan lahan di perkotaan dengan
kondisi yang sudah sempit, sebuah ruang yang hanya berukuran 2 x 1.5 meter
adalah sangat berati di rumah-rumah yang sudah semakin kecil. Jika warga
memakai Sistem Komunal, tentunya ruang itu dapat di gunakan Fungsinya untuk hal
yang lain.
Mempermudah Pengolahan, jika ada keinginan untuk
memanfaatkan limbah Cair. Seperti kita ketahui bahwa keberadaan Bio Gas Limbah
Cair, dapat kita gunakan untuk salah satunya sebagai Sumber Energi Alternative.
Kita akan lebih mudah Merencanakan, Mengontrol dan Merawat ( maintenance; red.). Paling tidak kita
tidak usah mengadakan banyak instrumen dari sistem Perpipaan yang tersambung
dari seluruh rumah –rumah warga. Padahal kemiringan pipa-pipa tersebut tentunya
akan di posisikan pada Kemiringan Tertentu ( 10 : 1 h; red ) supaya Limbah cair dapat tergelontor, tidak terjadi
Sumbatan. Tidak mungkin Sistem dari sambungan Perpipaan yang tersalur dari
rumah-rumah dapat di laksanakan, di wilayah Strenkali yang Notabenya dekat
dengan Laut ( Salah satu syarat
Septictank; Harus lebih tinggi dari permukaan air laut).
Melestarikan Budaya Guyub Sebagai salah satu perwujudan Ruang
Publik. Sudah waktunya, budaya perkotaan kita selama ini, dimana
ruang untuk bertemu semakin sulit di akses. Memang banyak ruang Publik yang di
sediakan kota, namun dari keseluruhan ruang itu kebanyakan tidak mampu menjawab
kebutuhan manusia untuk saling Berinteraksi satu Individu dan yang lainnya.
Akan sangat berbeda jika warga yang setiap hari dipertemukan di kamar mandi
Umum dengan di Tempat-tempat ATM, meski kebutuhannya sama, yakni untuk
mengantri. Pasti kita akan di curigai jika kita menyempatkan diri walau sekedar
menyapa.
Menjaga kwalitas Air dan Tanah, Warga sadar bahwa akibat
pencemaran akan lebih cenderung berkurang, jika Limbah tersebut berada pada
Satu, dua atau tiga titik di setiap Kampung, dari pada tercerai pada setiap
bangunan Rumah, jika terjadi Kebocoran Septictank.
Itulah, salah satu
rencana yang akan di wujudkan dari sekian banyak rencana yang sudah di lakukan
dan yang belum dilakukan Warga Strenkali Surabaya sebagai salah satu bentuk
Pengabdian mereka pada lingkungan, dan Kelestarian Budaya Arif Keguyub-rukunan,
Hemat, Tekun, Mandiri dan menjaga kesehatan lingkungan sesuai Prinsip-2 yang
tetap ingin mereka pertahankan sebagai Masyarakat “Kampung Jogo Kali”.
Mereka tidak ingin sekedar berteriak mengkritisi Ratusan Pabrik-Pabrik yang
berdiri di pinggiran Strenkali untuk tidak mencemari Sungai, mereka telah kerja
nyata untuk Kesehatan Lingkungan dan seluruh masyarakat kota Surabaya yang
memanfaatkan Sungai Surabaya sebagai Sumber Air Bersih.
Saat ini, dari Bulan
April 2008 dua Orang yang menjadi Pendamping Lingkungan dari Sekretariat
Paguyuban Warga Strenkali Surabaya (Maya,
dan Gina) dengan tekun mendampingi warga, di mulai dengan Pendataan dan
Wawancara tentang Kondisi tempat MCK seluruh warga dari Kebraon Sampai
Semampir. Dari Analisis data tersebut nantinya akan di Gunakan Tim Teknis
Paguyuban Warga Strenkali Surabaya sebagai bahan dasar Perencanaan dan
pelaksanaan Renovasi Kampung.(Y E S)