http://www.jarwoeko.webs.com

Archive for July, 2008


Warga Sidoarjo dan Surabaya Terancam Banjir

Warga Pinggir Kali Brantas, Kota Sidoarjo dan Surabaya Terancam Banjir akibat Lumpur Lapindo yang di buang ke Kali Porong

video

Meski kali porong mendapatkan perlakuan Normalisasi dari Pembuangan Lumpur panas Lapindo ke kali tersebut, tetap akan menjadikan Masyarakat was-was dan kuwatir akan terjadinya banjir besar di kedua wilayah Surabaya dan Sidoarjo,dikarenakan oleh ancaman Sumbatan Lumpur Lapido yang di buang ke kali Porong.

Mereka Mas…


LapindoFucking.jpg Mereka Masih Menuntut Hak image by jarwoeko

Korban Lum…

Seperti kita ketahui dan lihat di Peta bahwa Aliran kali Brantas yang memanjang dari wilayah Kabupaten Tulungagung, Blitar dan Trenggalek( daerah Jawa Timur Selatan/ Gunung Kidul , Debit alirannya terbagi atau tercabang menjadi dua arah tujuan, yakni; Kali Surabaya dan Kali Porong. Kita semua tahu bahwa Kali Porong memiliki penampang lebar, lebih Dua kali Lebar dari pada lebar Kali Surabaya.

Di lain sisi menurut sumber dari Lapindo brantas, bahwa klumpur harus di alirkan ke kali untuk mengurangi Volume di dalam Tanggul yang semakin hari semakin bertambah.

Kekuwatiran warga di kedua kota ini sangat beralasan, karena;
1. lebar kali surabaya lebih kecil dari Kali Porong, artinya sebelum adanya Lapindo, Debit dari kali brantas yang mengalir ke kali Porong lebih besar, di bandingkan ke Kali Surabaya. air yang mengalir ke kali Surabaya selama ini hanya untuk Pemanfaatan Sumber Air minum / PDAM ( dengan Pembangunan Dam Mlirip )sehingga sisa limpahan dengan debit besar dialirkan lewat Kali porong. bagaimana jika pada musim penghujan Sungai tersumbat/ tersendimentasikan oleh Lumpur Lapindo?.
2.Meski Lapindo dan Pemerintah, melakukan Pekerjaan Normalisasi Sungai yang masih menyimpan banyak kendala sampai saat ini / Pengerukan Sendimentasi Lumpur, bagaimanapun juga akan menjadi Percuma jika tanggul penahan lumpur jebol bersamaan dengan turunnya hujan di semua wilayah jawa timur. dapat di pastikan tidak ada satu orang ahlipun/ methoda apapun yang dapat mengatasi meningkatnya debit air karena Hujan Deras di hulu sungai brantas,bersamaan dengan luapan lumpur ke kali Porong karena tanggul jebol oleh kikisan dan resapan air hujan serta bertambahnya Volume air di dalam tanggul. Padahal Tanggul sering Jebol, meski tidak pada saat musim Hujan.
3. ketakutan lain, adalah dengan Perpres 14 thn 2007, jika banjir melanda Surabaya dan wilayah Porong yang berada sebelum Sumber Lumpur. Warga kuwatir pihak lapindo tidak mau bertanggung jawab dan berlindung di balik PERPRES, jika bencana Banjir memakan Korban jiwa dan Harta masyarakat kecil, karena selama ini yang terjadi Lapindo tidak mau tahu dan bertanggung Jawab atas kerugian akibat dampak Lumpur yang berada diluar Peta yang di tentukan sepihak oleh Pemerintah SBY melalui Perpres 14 thn 2007, selama ini Lapindo tidak mau bertanggung jawab atas areal Persawahan dan Tambak-Tambak yang tersebar di timur Tanggul Sampai muara Pantai sidoarjo (Luar Peta Terdampak), padahal sumber Penghidupan dari Sawah dan Tambak tersebut sangat jelas bersumber dari kali Porong. yang saat ini setruktur Geologi nya mati tidak bisa berproduksi seperti Perusahaan-perusahaan Aburizal Bakri yang terus berproduksi menghasilkan limpahan uang sehingga dia berhasil menjadi Pejabat Terkaya Indonesia, selepas dia meneggelamkan ribuan rumah di Jawa Timur. Menurut beberapa tokoh masyarakat dan Petani Tambak Permisan; Areal sawah dan Tambak itu menjadi Lahan Tidur karena sumber air dari Kali Porong sudah tercemar Lumpur, dan ketika warga meminta ganti rugi, Pihak Lapindo bersikukuh bahwa itu di luar tanggungjawabnya, itu tanggungjawab APBN sesuai pasal 15,
Perpres 14 thn 2007( seluruh Rakyat Indonesia yang harus menanggung. Red). kalau dengan warga porong saja, yang jelas-jelas terimbas sumber penghidupannya (dilihat dan diukur dengan mata kepala yang tidak Juling) yang telah menjadi korban juga meski rumahnya tidak tenggelam,lapindo tidak mau bertanggung jawab dengan melimpahkan ke APBN yang juga belum jelas, bagaimana dengan warga lain (Surabaya) yang nantinya bisa terkena Imbas Banjir akibat kali Porong yang telah tersumbat Lumpur yang Nota bene jauh dari sumber luapan?