|
Mechanical Engineering |
|
Bangunan Gedung
|
|
Organisasi dan Sosial (Affiliations)
|
| Lingkungan |
|
Kasusteraan |
|
Webs Community
|
Mechanical Engineering
Convertion Energi
Alat Uji Kemampuan Gasket. Twice Winner for TPSDP competition, 2006
|
Mechanical Engineering |
|
Bangunan Gedung
|
|
Organisasi dan Sosial (Affiliations)
|
| Lingkungan |
|
Kasusteraan |
|
Webs Community
|
Mechanical Engineering
Convertion Energi
Alat Uji Kemampuan Gasket. Twice Winner for TPSDP competition, 2006
Berita Strenkali
Ada beberapa Agenda yang saat ini di
susun oleh Warga Strenkali Surabaya, Sebagaimana di ketahui, bahwa setelah
Warga Strenkali Surabaya ( warga yang Bermukim di pinggiran Sungai Surabaya.
Red.) diancam dan di gusur oleh Pemerintah, dengan Alasan Kumuh dan tidak
Sehat, sekaligus ikut serta dalam Proses Pencemaran kali Surabaya. Warga
setrenkali surabaya berjuang dan menawarkan Pelbagai Solusi yang pada Akhirnya
di terima dan di sanjung Pemerintah.Bahkan Pemerintah Sendiri ( Legilatif;
Red)dengan Keputusannya mendapatkan Penghargaan. Peraturan Daerah (Perda) Propinsi Jatim tentang Strenkali
Surabaya
mendapat
perhatian Komisi Internasional Hak Asas Manusia (HAM), Persatuan Bangsa-Bangsa
(PBB). PBB berencana mengunjungi Jatim untuk memperoleh informasi lebih lengkap
soal Perda Strenkali.
Sekretaris Daerah Propinsi Jatim, Dr H Soekarwo usai membuka Musyawarah Daerah
II Asosiasi Distribusi dan Leveransir Indonesia (ADIL) Jatim di Hotel Hyaat
Regency Surabaya Sabtu (1/12) mengatakan, PBB menganggap langkah Pemprop Jatim
yang melibatkan masyarakat sebagai calon korban dalam merumuskan Perda adalah
langkah yang sangat aspiratif, manusiawi, serta menjunjung tinggi HAM., Warga Strenkali Merenovasi Kampungnya supaya
menjadi Perkampungan yang sehat ( Heath, Green and Clean Community Land, Red). Antara
Lain ;
1. Mewujudkan jalan Inspeksi
2. Menghadapkan Rumah ke sungai
3. Membuat Gang-gang Tembus
4. Penghijaun/ RTH; Ruang Terbuka Hijau.
5. Pengolahan Sampah Kering, dan Basah
6. Pengolahan
Limbah Cair/ Septictank Komunal
7. Sumur-sumur resapan
8. Sistem Tabungan, sebagai solusi Pendanaan dan salah satu
dari Tahapan renovasi
9. dan lain sebagainya, yang terus di cari dalam setiap
Pertemuan Kampung dan pertemuan Rutin Warga.
Mengapa warga strenkali lebih memilih sistem Septictank Komunal untuk
pengolahan Limbah cair?
Penghematan Bahan Bahan, adalah Alasan
Pertama mereka menggunakan Prinsip Komunal. Dapat kita hitung; jika kita
membuat Septictank itu sendiri di rumah masing-masing warga, tentunya dengan melihat
kondisi Perekonomian yang semakin sulit ( Krisis
bahan Pangan Dunia; Red.) semua warga strenkali tidak ingin hidup boros,
menghamburkan bahan-bahan bangunan yang sebetulnya bisa di hemat, mengurangi
konsumsi terhadap Pabrik PC/ Portland Cement, warga ingin menyadarkan warga
kota lain, bahwa konsumsi berlebihan pada Portland Cement dapat mengakibatkan
Pengambilan bahan dasar PC ( Tanah Liat;
Red) dari dalam Perut bumi. Yang tentunya kecenderungan untuk kerusakan
alam dapat di minimalisir. Belum lagi alasan lainnya; dapat menghemat hampir
separo penggunaan Bata Merah, dan matrial lainnya.
Mempermudah Pengontrolan dan maintenace ( Perawatan; red
), Pengontrolan yang di maksud adalah ketika Kwalitas kandungan tanah atau air
menurun, dapat langsung di cek ( Kebocoran
Septictank; Red ) dengan menunjuk satu titik, dimana Septictank di wilayah
itu berada. Akan berbeda jika Septictanknya terpencar pada rumah rumah Padat
yang tentunya jarak satu dengan yang lainnya kurang dari 10 meter.
Mengakomodir Keperluan Luasan Ruang masing-masing Rumah
Tangga. Jika di asumsikan kebutuhan lahan di perkotaan dengan
kondisi yang sudah sempit, sebuah ruang yang hanya berukuran 2 x 1.5 meter
adalah sangat berati di rumah-rumah yang sudah semakin kecil. Jika warga
memakai Sistem Komunal, tentunya ruang itu dapat di gunakan Fungsinya untuk hal
yang lain.
Mempermudah Pengolahan, jika ada keinginan untuk
memanfaatkan limbah Cair. Seperti kita ketahui bahwa keberadaan Bio Gas Limbah
Cair, dapat kita gunakan untuk salah satunya sebagai Sumber Energi Alternative.
Kita akan lebih mudah Merencanakan, Mengontrol dan Merawat ( maintenance; red.). Paling tidak kita
tidak usah mengadakan banyak instrumen dari sistem Perpipaan yang tersambung
dari seluruh rumah –rumah warga. Padahal kemiringan pipa-pipa tersebut tentunya
akan di posisikan pada Kemiringan Tertentu ( 10 : 1 h; red ) supaya Limbah cair dapat tergelontor, tidak terjadi
Sumbatan. Tidak mungkin Sistem dari sambungan Perpipaan yang tersalur dari
rumah-rumah dapat di laksanakan, di wilayah Strenkali yang Notabenya dekat
dengan Laut ( Salah satu syarat
Septictank; Harus lebih tinggi dari permukaan air laut).
Melestarikan Budaya Guyub Sebagai salah satu perwujudan Ruang
Publik. Sudah waktunya, budaya perkotaan kita selama ini, dimana
ruang untuk bertemu semakin sulit di akses. Memang banyak ruang Publik yang di
sediakan kota, namun dari keseluruhan ruang itu kebanyakan tidak mampu menjawab
kebutuhan manusia untuk saling Berinteraksi satu Individu dan yang lainnya.
Akan sangat berbeda jika warga yang setiap hari dipertemukan di kamar mandi
Umum dengan di Tempat-tempat ATM, meski kebutuhannya sama, yakni untuk
mengantri. Pasti kita akan di curigai jika kita menyempatkan diri walau sekedar
menyapa.
Menjaga kwalitas Air dan Tanah, Warga sadar bahwa akibat
pencemaran akan lebih cenderung berkurang, jika Limbah tersebut berada pada
Satu, dua atau tiga titik di setiap Kampung, dari pada tercerai pada setiap
bangunan Rumah, jika terjadi Kebocoran Septictank.
Itulah, salah satu
rencana yang akan di wujudkan dari sekian banyak rencana yang sudah di lakukan
dan yang belum dilakukan Warga Strenkali Surabaya sebagai salah satu bentuk
Pengabdian mereka pada lingkungan, dan Kelestarian Budaya Arif Keguyub-rukunan,
Hemat, Tekun, Mandiri dan menjaga kesehatan lingkungan sesuai Prinsip-2 yang
tetap ingin mereka pertahankan sebagai Masyarakat “Kampung Jogo Kali”.
Mereka tidak ingin sekedar berteriak mengkritisi Ratusan Pabrik-Pabrik yang
berdiri di pinggiran Strenkali untuk tidak mencemari Sungai, mereka telah kerja
nyata untuk Kesehatan Lingkungan dan seluruh masyarakat kota Surabaya yang
memanfaatkan Sungai Surabaya sebagai Sumber Air Bersih.
Saat ini, dari Bulan
April 2008 dua Orang yang menjadi Pendamping Lingkungan dari Sekretariat
Paguyuban Warga Strenkali Surabaya (Maya,
dan Gina) dengan tekun mendampingi warga, di mulai dengan Pendataan dan
Wawancara tentang Kondisi tempat MCK seluruh warga dari Kebraon Sampai
Semampir. Dari Analisis data tersebut nantinya akan di Gunakan Tim Teknis
Paguyuban Warga Strenkali Surabaya sebagai bahan dasar Perencanaan dan
pelaksanaan Renovasi Kampung.(Y E S)
In
2005, I was build tool to the gaket performa, in the piping system.
what is the fungtion of this tool, this toll can give as some
informations a bout ; fluid presure drops in pipe lines, heat loss and
insulation of pipe lines, and temperature ekspansion of pipe line or
gasket too. but this tool test not yet to perfect, we must being
research and ekspansions again to the forget most Gasket Dimension.
Fluid presure drops in pipe lines
Weight density of air (in pounds per cubic foot) for different gauge pressure (psi) can be found in the table below:
| Density of air 1) (lb/ft3) | ||||||||||||
| Air temperature (oF) | Gauge Pressure (psi) | |||||||||||
| 0 | 5 | 10 | 20 | 30 | 40 | 50 | 60 | 70 | 80 | 90 | 100 | |
| 30 | 0.081 | 0.109 | 0.136 | 0.192 | 0.247 | 0.302 | 0.357 | 0.412 | 0.467 | 0.522 | 0.578 | 0.633 |
| 40 | 0.080 | 0.107 | 0.134 | 0.188 | 0.242 | 0.295 | 0.350 | 0.404 | 0.458 | 0.512 | 0.566 | 0.620 |
| 50 | 0.078 | 0.105 | 0.131 | 0.185 | 0.238 | 0.291 | 0.344 | 0.397 | 0.451 | 0.504 | 0.557 | 0.610 |
| 60 | 0.076 | 0.102 | 0.128 | 0.180 | 0.232 | 0.284 | 0.336 | 0.388 | 0.440 | 0.492 | 0.544 | 0.596 |
| 70 | 0.075 | 0.101 | 0.126 | 0.177 | 0.228 | 0.279 | 0.330 | 0.381 | 0.432 | 0.483 | 0.534 | 0.585 |
| 80 | 0.074 | 0.099 | 0.124 | 0.174 | 0.224 | 0.274 | 0.324 | 0.374 | 0.424 | 0.474 | 0.524 | 0.574 |
| 90 | 0.072 | 0.097 | 0.121 | 0.171 | 0.220 | 0.269 | 0.318 | 0.367 | 0.416 | 0.465 | 0.515 | 0.564 |
| 100 | 0.071 | 0.095 | 0.119 | 0.168 | 0.216 | 0.264 | 0.312 | 0.361 | 0.409 | 0.457 | 0.505 | 0.554 |
| 120 | 0.069 | 0.092 | 0.115 | 0.162 | 0.208 | 0.255 | 0.302 | 0.348 | 0.395 | 0.441 | 0.488 | 0.535 |
| 140 | 0.066 | 0.089 | 0.111 | 0.156 | 0.201 | 0.246 | 0.291 | 0.337 | 0.382 | 0.427 | 0.472 | 0.517 |
| 150 | 0.065 | 0.087 | 0.109 | 0.154 | 0.198 | 0.242 | 0.287 | 0.331 | 0.375 | 0.420 | 0.464 | 0.508 |
| 200 | 0.060 | 0.081 | 0.101 | 0.142 | 0.183 | 0.244 | 0.265 | 0.306 | 0.347 | 0.388 | 0.429 | 0.470 |
| 250 | 0.056 | 0.075 | 0.094 | 0.132 | 0.170 | 0.208 | 0.246 | 0.284 | 0.322 | 0.361 | 0.399 | 0.437 |
| 300 | 0.052 | 0.070 | 0.088 | 0.123 | 0.159 | 0.195 | 0.230 | 0.266 | 0.301 | 0.337 | 0.372 | 0.408 |
| 400 | 0.046 | 0.062 | 0.078 | 0.109 | 0.141 | 0.172 | 0.203 | 0.235 | 0.266 | 0.298 | 0.329 | 0.360 |
| 500 | 0.041 | 0.056 | 0.070 | 0.098 | 0.126 | 0.154 | 0.182 | 0.210 | 0.238 | 0.267 | 0.295 | 0.323 |
| 600 | 0.038 | 0.050 | 0.063 | 0.089 | 0.114 | 0.140 | 0.165 | 0.190 | 0.216 | 0.241 | 0.267 | 0.292 |
| Density of air 1) (lb/ft3) | ||||||||||||
| Air temperature (oF) | Gauge Pressure (psi) | |||||||||||
| 120 | 140 | 150 | 200 | 250 | 300 | 400 | 500 | 700 | 800 | 900 | 1000 | |
| 30 | 0.743 | 0.853 | 0.909 | 1.185 | 1.460 | 1.736 | 2.29 | 1.84 | 3.94 | 4.49 | 5.05 | 5.60 |
| 40 | 0.728 | 0.836 | 0.890 | 1.161 | 1.431 | 1.702 | 2.24 | 2.78 | 3.86 | 4.40 | 4.95 | 5.49 |
| 50 | 0.717 | 0.823 | 0.876 | 1.142 | 1.408 | 1.674 | 2.21 | 2.74 | 3.80 | 4.33 | 4.87 | 5.40 |
| 60 | 0.700 | 0.804 | 0.856 | 1.116 | 1.376 | 1.636 | 2.16 | 2.68 | 3.72 | 4.24 | 4.76 | 5.28 |
| 70 | 0.687 | 0.789 | 0.840 | 1.095 | 1.350 | 1.605 | 2.12 | 2.63 | 3.65 | 4.16 | 4.67 | 5.18 |
| 80 | 0.674 | 0.774 | 0.824 | 1.075 | 1.325 | 1.575 | 2.08 | 2.58 | 3.58 | 4.08 | 4.58 | 5.08 |
| 90 | 0.662 | 0.760 | 0.809 | 1.055 | 1.301 | 1.547 | 2.04 | 2.53 | 3.51 | 4.00 | 4.50 | 4.99 |
| 100 | 0.650 | 0.747 | 0.795 | 1.036 | 1.278 | 1.519 | 2.00 | 2.48 | 3.45 | 3.93 | 4.42 | 4.90 |
| 120 | 0.628 | 0.721 | 0.768 | 1.001 | 1.234 | 1.467 | 1.933 | 2.40 | 3.33 | 3.80 | 4.26 | 4.73 |
| 140 | 0.607 | 0.697 | 0.742 | 0.967 | 1.193 | 1.418 | 1.868 | 2.32 | 3.22 | 3.67 | 4.12 | 4.57 |
| 150 | 0.597 | 0.686 | 0.730 | 0.951 | 1.173 | 1.395 | 1.838 | 2.28 | 3.17 | 3.61 | 4.05 | 4.50 |
| 200 | 0.552 | 0.634 | 0.675 | 0.879 | 1.084 | 1.289 | 1.698 | 2.11 | 2.93 | 3.34 | 3.75 | 4.16 |
| 250 | 0.513 | 0.589 | 0.627 | 0.817 | 1.088 | 1.198 | 1.579 | 1.959 | 2.72 | 3.10 | 3.48 | 3.86 |
| 300 | 0.479 | 0.550 | 0.586 | 0.764 | 0.941 | 1.119 | 1.475 | 1.830 | 2.54 | 2.90 | 3.25 | 3.61 |
| 400 | 0.423 | 0.486 | 0.518 | 0.675 | 0.832 | 0.989 | 1.303 | 1.618 | 2.25 | 2.56 | 2.87 | 3.19 |
| 500 | 0.379 | 0.436 | 0.464 | 0.604 | 0.745 | 0.886 | 1.167 | 1.449 | 2.01 | 2.29 | 2.58 | 2.86 |
| 600 | 0.343 | 0.394 | 0.420 | 0.547 | 0.675 | 0.802 | 1.057 | 1.312 | 1.822 | 2.08 | 2.33 | 2.59 |
1) Density is based on atmospheric pressure 14.696 psia and molecular weight of air 28.97
Density of air can also be expressed as
ρ = 1.325 pin Hg / TR (1)
where
ρ = density (lb/ft3)
pin Hg = pressure (inches Hg)
TR = absolute temperature (Rankine)
Heat loss and insulation of pipe lines
Sponsored Links
<SCRIPT type="text/javascript"></SCRIPT> <SCRIPT
style="display: none" type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"
mce_src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">
</SCRIPT>
The
heat loss diagrams below is based on metal pipes with fiber glass
insulation with thermal conductivity 0.036 W/mK, outdoor condition with
moderate wind 9 m/s. A safety factor of 10% is included.







Sponsored Links
<SCRIPT type="text/javascript"></SCRIPT> <SCRIPT
style="display: none" type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"
mce_src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">
</SCRIPT>
Temperature ekspansion of pipe line or gasket.
Sponsored Links
<SCRIPT type="text/javascript"></SCRIPT> <SCRIPT
style="display: none" type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"
mce_src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">
</SCRIPT>
The
temperature expansion of pipes depends on the start and final
temperature of the pipe and the expansion coefficient of the piping
material at the actual temperature. The general expansion formula can
be expressed as:
dl = α Lo dt (1)
where
dl = expansion (m, inch)
Lo = length of pipe (m, inch)
dt = temperature difference (oC, oF)
α = linear expansion coefficient (m/moK, inch/inchoF)
Mean expansion coefficient may vary with temperature as:
| Mean Expansion Coefficient - α - (inch/inchoF) 10-6 | ||||||||
| Material | Temperature Range (oF) | |||||||
| - 32 | 32 - 212 | 32 - 400 | 32 - 600 | 32 - 750 | 32 - 900 | 32 - 1100 | 32 - 1300 | |
| Alloy Steel (1% Cr. 1/2% Mo) |
7.7 | 8.0 | 8.4 | 8.8 | 9.2 | 9.6 | 9.8 | |
| Mild Steel (0.1 - 0.2% C) |
7.1 | 7.8 | 8.3 | 8.7 | 9.0 | 9.5 | 9.7 | |
| Stainless Steel (18% Cr. 8% Ni) |
10.8 | 11.1 | 11.5 | 11.8 | 12.1 | 12.4 | 12.6 | 12.8 |
Formula (1) can also be used with SI units. The expansion coefficient must be adjusted to oC.
100 feet of alloy steel pipe is heated from 32 to 212oF. The expansion coefficient is 8 10-6 (inch/inchoF).
The expansion can be expressed as:
dl = (8 10-6 in/inoF)(100 feet) (12 in/ft) (212 - 32 oF)
= 1.728 inch
Sponsored Links
<SCRIPT type="text/javascript"></SCRIPT> <SCRIPT
style="display: none" type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"
mce_src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">
</SCRIPT>

The ASME B16.5 - 1996 Pipe Flanges and Flange Fittings
standard covers pressure-temperature ratings, materials, dimensions,
tolerances, marking, testing, and methods of designating openings for
pipe flanges and flanged fittings.
The
standard includes flanges with rating class designations 150, 300, 400,
600, 900, 1500, and 2500 in sizes NPS 1/2 through NPS 24, with
requirements given in both metric and U.S units. The Standard is
limited to flanges and flanged fittings made from cast or forged
materials, and blind flanges and certain reducing flanges made from
cast, forged, or plate materials. Also included in this Standard are
requirements and recommendations regarding flange bolting, flange
gaskets, and flange joints.
Bagaimana
kita memperkuat bangunan agar tahan gempa selain memperhatikan detil
dan material struktur utamanya (pondasi, kolom, dan balok) juga bisa
dilakukan dengan memasang balok Segitiga yang berfungsi sebagai
pengaku, Prinsip ini sudah di pegang oleh para perancang konstruksi,
pelajari prinsip-prinsip bangunan jawa dengan konstruksi kayu, pada
jaman dahulu. saat ini di karenakan kayu semakin mahal, maka
penggunaannya dapat mepakai bahan Beton, Mengenai cara pengerjaannya
dengan menggunakan cetakan yang langsung di desaignkan/tempelkan pada
balok/slof/kolom utama.
Pemasangan Balok Segitiga merupakan
hasil modifikasi perkuatan yang disesuaikan antara struktur utama
bangunan dengan denah rumah yang ada. Pendapat dan temuan modifikasi
ini dikemukakan dari hasil pengembangan dari prinsip-2
konstruksi/mekanika teknik tentang bagaimana membuat struktur rumah
yang lebih kuat untuk menahan gempa tau angin .
Peletakkan
Balok Segitiga bisa sejajar dengan slof (balok bawah) maupun sejajar
dengan balok atas dapat juga untuk Kolom. Namun, untuk mempermudah
pemasangan dan menghindari struktur yang rumit, Lebih baik mengenai
methodanya anda dapat menanyakan kan langsung lewat Mailing List;
<eko.sujarwo@yahoo.com>. Balok ini akan dipasangkan pada semua
sudut slof,balok atas dan Kolom yang merupakan titik pertemuan semua
balok beton. Titik temu ini bisa lebih dari satu, tergantung dari denah
dan betuk profile konstruksi rumahnya.
Dengan adanya Balok
Segitiga, masing-masing elemen struktur (balok, pondasi, dan kolom)
akan bekerja menjadi satu kesatuan sebagai stuktur bangunan yang kokoh
dan tidak bekerja secara terpisah untuk menahan gaya gempa.
Masing-masing elemen akan “bergerak” bersama-sama bila ada goyangan
gempa.
Prinsip Segitiga
Jika
diperhatikan, dengan adanya pengaku berupa Balok Segitiga maka akan
terbentuk struktur segitiga, dengan sisi mendatar dan tegak berupa
balok slof dan sisi miringnya berupa Balok Segitiga. Dalam ilmu
struktur, bentuk struktur rangka segitiga merupakan bentuk struktur
yang mempunyai kekuatan statis lebih besar dibandingkan struktur
persegi empat.
Bentuk struktur persegi empat mempunyai
kekakuan yang kurang sehingga bila ada gaya vertikal (gaya gempa) yang
menimpanya, struktur itu mudah ”bergerak” dan akibatnya bangunan akan
rubuh. Ini mengingat pada titik sudut pertemuan atau sudut rawan
terjadi momen puntir dan tidak ada yang mengaku pergerakan itu. Sistim
struktur segitiga akan memberikan keseimbangan gaya pada titik
pertemuan tersebut dan juga dapat saling menguatkan (lihat gambar:
Contoh perlakuan struktur pada dinding di antara dua kolom atau dua
balok dapat juga pada pertemuan delapan bagian, jadi dalam satu titik
pertemuan terdapat delapan balok segitiga) tergantung konstruksi
sambungannya.
Didukung Struktur yang Tepat
Saya
mengingatkan, fungsi pemakaian Balok Segitiga dapat berhasil bila
struktur rumah dibuat dengan material dan detil yang tepat. Sebagai
contoh mutu campuran beton harus sesuai dengan perbandingan yang
dianjurkan yaitu 1 semen : 2 pasir : 3 koral. Bahan pasir dan kerikil
harus bersih dari lumpur. Kadar lumpurnya maksimum 5% untuk pasir dan
1% untuk kerikil.
Selain itu tulangan utama pada kolom dan
balok harus sesuai dengan standart yang diijinkan untuk menahan beban
bangunan. Untuk kolom bangunan satu lantai, tulangan minimumnya adalah
diameter 12 mm sebanyak 4 buah. Sedangkan untuk tulangan sengkang
digunakan diameter 8 dengan jarak pemasangan minimum 10 cm.Desaig dapat
juga menggunakan tambahan besi pada rangka luar (dalam satu kolom
terdapat lima besi, yang dibengkokkan pada pertemuan sudut dengan
mengambil sudut bengkok 1/5 dari total panjang balok utama), ini dapat
diperlakukan tidak hanya pada balok saja, tapi juga kolom. meski ini
merupakan hasil rekayasa pengembangan dan perhitungan Penulis, namun
Prinsip ini sudah merupakan prinsip Mekanika teknik untuk semua
konstruksi baik bangunan atau mesin, jadi siapapun dapat memakainya
tanpa harus meminta ijin pada penulis, tapi bisa meminta bantuan untuk
dasar perhitungannya.
Eko Sujarwo
Alumnus Bangunan Gedung STMN 1 Tulungagung, D3 Mesin ITS
http://jarwoeko.webs.com/building.htm
Hernawan Some (Koordinator Uplink Surabaya);
mengungkapkan, pada hampir di setiap pertemuan Paguyuban Warga Strenkali Surabaya, supaya
dalam pelaksanaan Renovasi nantinya, warga sebaiknya menghindari penggunaan
Asbes, karena menurut hasil tinjauan Walhi Aceh terhadap kasus-kasus kematian
akibat menghirup udara yang tercemar asbes menyimpulkan bahwa, 94 persen
penggunaan Asbes di dunia mengandung bahan Chrysotile atau hidroksida magnesium
silikat dengan komposisi Mg6(OH)6(Si4O11)H2O, Chrysotile merupakan bahan
mineral yang bersifat Karsinogen pemicu penyakit kanker yang akan menyerang
rongga dada, paru-paru, dan perut. Proses terinfeksinya melalui udara yang
telah tercemar oleh debu Asbes kemudian dihirup oleh Manusia. Penggunaan Asbes
telah banyak menimbulkan kematian pada korban, contoh kasus di Negara Jepang,
akibat menghirup udara yang tercemar Asbes, 500 orang meninggal dunia pada
tahun 1995, dan meningkat menjadi 878 orang pada tahun 2003, sehingga
pemerintah Jepang melarang penggunaan Asbes.
Proses keracunan Asbes tidak terjadi secara seketika, racun Chrysotile akan
menyerang manusia secara akumulatif, proses terinfeksi Chrysotile akan memicu
terjadi kanker pada manusia dalam waktu puluhan tahun kemudian, ketika korban
secara terus-menerus menghirup debu asbes yang mengandung Chrysotile maka
korban akan terkena penyakit kanker, yang bisa menyebabkan kematian.
Di Jepang penggunaan asbes sudah dilarang karena dapat
menyebabkan penyakit yang bisa menyebabkan kematian. Ddalam setahun belakangan
ini pemerintah Jepang sangat gencar melakukan penggantian material berbahan
asbes.
kasus-kasus kematian akibat menghirup udara yang tercemar asbes
menyimpulkan bahwa, 94 persen penggunaan Asbes di dunia mengandung bahan
Chrysotile atau hidroksida magnesium silikat dengan komposisi
Mg6(OH)6(Si4O11)H2O, Chrysotile merupakan bahan mineral yang bersifat
Karsinogen pemicu penyakit kanker yang akan menyerang rongga dada, paru-paru,
dan perut. Proses terinfeksinya melalui udara yang telah tercemar oleh debu
Asbes kemudian dihirup oleh Manusia. Penggunaan Asbes telah banyak menimbulkan
kematian pada korban, contoh kasus di Negara Jepang, akibat menghirup udara
yang tercemar Asbes, 500 orang meninggal dunia pada tahun 1995, dan meningkat
menjadi 878 orang pada tahun 2003, sehingga pemerintah Jepang melarang
penggunaan Asbes.
Proses keracunan Asbes tidak terjadi secara seketika, racun Chrysotile akan
menyerang manusia secara akumulatif, proses terinfeksi Chrysotile akan memicu
terjadi kanker pada manusia dalam waktu puluhan tahun kemudian, ketika korban
secara terus-menerus menghirup debu asbes yang mengandung Chrysotile maka
korban akan terkena penyakit kanker, yang bisa menyebabkan kematian.
Asbes juga tampil dalam berbagai bentuk bahan bangunan dan produk jadi
berupa rumah rakit (pre-fab). Sebagai bahan bangunan, asbes dibuat
dengan cara mencampurkan asbestos dengan komposisi 15% dan semen dengan
komposisi 85%. Bahan ini dapat pula disemprotkan atau sebagai bahan plester
pada permukaan dinding maupun langit-langit (acoustical plaster). Asbes
berperan sebagai bahan bangunan yang sangat berguna dan diminati banyak orang
sehingga bahan itu hadir di berbagai tempat seperti rumah tinggal, sekolahan,
bangunan perkantoran, serta bangunan-bangunan lainnya.
Dilihat dari sudut pandang ilmu kimia, asbes adalah suatu zat yang terdiri
dari Magnesium-Calsium-Silikat berbangun serat dengan sifat fisik yang sangat
kuat. Bahan galian penghasilnya adalah mineral jenis aktinolit dan krisatil
yang berserabut. Krisatil menempati sekitar 95% persediaan asbes dunia. Tiga
perempatnya ditambang di Provinsi Quebec, Kanada. Deposit besar lainnya berada
di Afrika Selatan dan negara-negara bekas Uni Sovyet. Asbes dapat diperoleh
dengan berbagai metode penambangan bawah tanah, namun yang paling umum adalah
melalui penambangan terbuka (open-pit mining).
bidang kegiatan adalah bahwa asbes termasuk bahan berbahaya. Namun, kurang
disadari oleh masyarakat pemakainya karena dampak negatif yang ditimbulkannya
tidak segera tampak. Memang, tidak semua bahan yang mengandung asbes berbahaya
bagi manusia apabila bahan itu dalam keadaan baik sehingga serat asbes terikat
kuat dalam matrik bahan. Namun, substansi asbes dengan ukuran tertentu dalam
keadaan terlepas/bebas akan sangat berbahaya karena dapat memicu timbulnya
gangguan kesehatan apabila terhirup masuk ke dalam paru-paru.
Asbes dapat mengakibatkan penyakit asbestosis dan berbagai jenis kanker.
Sifat asbes yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan berupa timbulnya
penyakit asbestosis sudah cukup dikenal di kalangan praktisi kesehatan
kerja maupun kesehatan lingkungan. Asbestosis adalah penyakit kronis pada
paru-paru yang mengakibatkan penderita sulit bernafas dan bisa mengakibatkan
kematian. Asbes dapat juga mengakibatkan kanker jenis mesothelioma,
yaitu jenis kanker yang menyerang selaput perut. Dr. Irving Selikoff,
Direktur Environmental Science Laboratories pada Mount Sinai School
of Medicine di New York yang menangani suatu penelitian penyakit kanker
para pekerja di pabrik asbes, menyimpulkan dari hasil penelitiannya bahwa
kanker paru-paru lebih banyak disebabkan oleh asbes dibanding rokok. Dari 869
orang yang 17 tahun sebelumnya pernah bekerja di pabrik asbes di Texas, AS, 300
orang di antaranya diperkirakan menderita asbestosis, kanker paru-paru, kanker
usus, dan kanker perut lainnya.
http://jarwoeko.webs.com
Negeri dengan limpahan Sumber Daya alam ini, ternyata kekayaannya
hanya retorika, sebetulnya kekayaan itu bukan milik Rakyat Indonesia
Lagi, melainkan milik corporasi-corporasi asing dan selapis tipis
pengusaha Tamak yang selalu dekat dengan Para penguasa dan kini bahkan
Berkuasa di balik Panji-panji Merah Putih, Contohnya Bakri dan Yusuf
Kalla……Negara ini tidak kaya, kaya kok terjepit hutang?, tapi
bobrok Untuk menjadi Robot (Aparatur Negara) saja, harus merogoh
Kantong/menjual Kerbau/sapi/ladang/sawah warisan. Sejarah Perjuangan
kita pada semangat para Pahlawan, dengan darah dan harta,dengan segala
daya dan kekuatan mereka berjuang mati-matian mengusir orang-orang
kulit Putih. Namun hirupan nafas kemerdekaan itu mulai tersumbat,
ketika Soeharto dengan intrik Politiknya memanfaatkan keruwetan Politik
masa Orde lama, dengan cara-cara yang pernah di pakai Ken Arok merebut
kekuasaan Soekarno "Nabok Nyilih Tangan". Entah mengapa dan ada apa di
otak soeharto dan kroninya; menghantarkan Bangsa kita ke jurang Hutang
Piutang yang Nista. Seperti membalik tangan segolongan orang yang
menamakan Orde baru menjilat-jilat pantat negara-negara adidaya.
Tidak sampai disitu, pada 2003 paska Reformasi dan kejatuhan Gusdur terjadi pembohongan dan Pembodohan Publik;
"Kita Belum Merdeka, dalam Sebuah kemerdekaan"
http://jarwoeko.webs.com
Jangan pernah takut
Dianggap tidak berjuang
oleh Sebab tidak konfrontatif
Karena
Kita masih memiliki pikiran jernih, daripada lawan yang menggunakan otot-otot Kekuatan.
Cara-cara Penertiban yang masih seperti budaya jaman feodalisme pada masa Raja-raja
Hanya satu, homati dan jaga untuk tidak pernah di jadikan;
Alat dan Korban
Kaum ibu dan anak-anak tak berdosa
kebutuhan dasar adalah Hak mereka
www.jarwoeko.webs.com
Nisan pendosa
Tanpa nama
Hijau daun
Tidak bertangkai
Cinta suci
Masih ditungku
Lereng pendakian
Belum terjamah
Masih gulita
oLeh kebohongan
Menuruti altar
Keharusan kejujuran
Wanita
Rambut wanodyamu terurai
Selaras seindah bumi
Aliran
lEkuk tubuh
Keinginan nafsu kewajaran manusia
Atas bisika syaiton
Pada Binatang berkehendak
Malaikat merayu
Iblis menggoda
untuk Kenikmatan perhiasan semestaNya Dunia
Maya pada
Sapaan jawaban
Terjawab
Akan
Taman firdaus sorgaloka para jiwa-jiwa
Adalah impian
Dialam a’in
Pertanyaan manusia
Sorga
Nadiah pahala Tuhan
Atau
Wujud ciptaan manusia
Tidak bisakah
Taman firdaus sorga
Tertata dengan keindahan
Pada nyata dunia
Diciptakan manusia sendiri
Tanpa harus
Menunggu semakin hancurnya Dunia karena ketamakan
Semesta kiamat
Janji
Dari
Dzat Yang Maha agung
Tuhan
Adalah kepala dengan pikiran didalamnya, bersemayam lebih dekat dari pada urat batang leher kita manusia sendiri.
Haruskah Dzat yang Maha Melihat dari atas kaki singgana Arsy, menyaksikan keserakahan dan kemiskinan suatu Bangsa. Dimana cinta kita KepadaNya? kawan.
wo2k, Trenggalek 2003
Kesetimbangan
Pikiran, perasaan, dan
Nafsu
Akan membentuk naluri
Mengerti akan diri sendiri, berarti
Akan Mengerti dan paham akan Orang lain
Ucapkan sepenuh perasaan terimakasih
Kepada Orang-2 yang pernah menyakiti Kita
Karena ucapan tersebut akan mengajari kita
Untuk tidak akan pernah
Menyakiti orang lain
http://jarwoeko.webs.com
langkah-langkah gagah angkatan perang
jaga dan lindungi bangsa janji suci idealita
gagah di bawah panji Negara menindas bangsanya sendiri
tapi impoten dengan tetangga apalagi sang adidaya
sebahagian tanpa nurani bantai generasi pertiwi realita yang ada
aku
merangkak
jongkok kadang loncat kodok
otak membuncah
lunglai hilang energi
dehegomoni tujuan dalam dada
berbekal dua nisan tanpa nama
dua nisan pendosa,untukku dan teruntuk kemakmuran negeri ku
adakalanya darah itu suci bagiku
darah juang para pejuang
sebahagian kaum intelektual kampus semuci trus sok suci
dari carut marut PULITIK
lari dari penindasan
lari dari pengungkungan
terbirit dari ketidak adilan
yang penting diri sendiri tercukupi
belajar pinter, untuk kepuasan diri
entah banci, atau oleh sebab hegemoni patronasi sesat kaldu sang kapital
sebahagian tokoh dan priyayi
adalah reinskarnasi generasi Wisynu jawa zaman raja-raja
dimana,halal hukumnya mengokohi,menginjak
orang kecil untuk jayaning diri
kholifah-kholifah hedon bergentayangan
melesat bagai Jin Sakti melewati waktu
dari kelompok satu ke kelompok lainnya
maka,celakalah orang-orang yang menyeret
orang-orang lainnya kedalam golongan-golongan
wakil-wakil perwakilan orang-orang berwatak anjing
wakil-wakil perwakilan orang-orang berwatak buaya
wakil-wakil perwakilan orang-orang berwatak macan
wakil-wakil perwakilan orang-orang berwatak malaikat
berkumpul membentuk majelis permusyawaratan makluk Tuhan
tidak jamannya,pemimpin anjing adalah anjing
tidak jamannya lagi,pemimpin manusia, ya manusia juga
sekarang jamannya,orang di pimpin KADAL
karena KADAL sekarang berkantong tebal
mampu memberi nasi satu dua tiga bungkus plus kaos berlogo kebajikan
kepada pengikut setia partainya si kadal
padahal,duit dari itu semua
adalah duit seluruh umat.
dasar kadal,hanya orang-orang bodoh yang terkadali
orang-orang berwatak domba
domba-domba yang terjerembab di lubang-lubang yang sama.
http://jarwoeko.webs.com